PENAJAM– Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) berkomitmen penuh dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui penyediaan sarana infrastruktur dasar. Pada tahun anggaran 2026 ini, Pemkab PPU resmi menggulirkan program pengembangan jaringan pipa distribusi guna memperluas cakupan layanan air bersih secara signifikan di berbagai wilayah.
Langkah masif ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui kucuran Bantuan Keuangan (Bankeu) sebesar Rp17 miliar. Dana segar tersebut dialokasikan khusus untuk menjawab tantangan ketersediaan air bersih yang selama ini menjadi aspirasi utama warga di beberapa kecamatan di PPU.
Direktur Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Danum Taka (AMDT) PPU, Abdul Rasyid, merincikan bahwa anggaran besar tersebut akan difokuskan pada dua desa di Kecamatan Babulu, yakni Desa Babulu Darat dan Desa Labangka Barat. Selain untuk pemasangan pipa, sebagian dana juga diperuntukkan bagi pembangunan satu unit reservoirbaru di Desa Babulu Darat guna menjaga stabilitas tekanan air ke rumah warga.
“Tak hanya menyasar wilayah Babulu, perluasan jaringan pipa distribusi ini juga akan menjangkau Kelurahan Petung di Kecamatan Penajam serta beberapa titik di wilayah Kecamatan Waru. Penambahan jalur distribusi ini diharapkan mampu meningkatkan jumlah pelanggan baru yang selama ini belum terjangkau oleh pipa layanan Perumda AMDT,” ujarnya pada Selasa (22/4/2026).
Terkait teknis pelaksanaan, Abdul Rasyid menjelaskan bahwa pengerjaan fisik proyek pipanisasi ini berada di bawah naungan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) PPU. Saat ini, proyek strategis tersebut masih dalam tahap pelelangan di Unit Layanan Pengadaan (ULP) PPU untuk menentukan pihak kontraktor yang akan menjalankan pembangunan.
“Proyek pipanisasi ini masih dalam proses lelang. Kami berharap proses administrasi ini dapat segera rampung sehingga pengerjaan di lapangan bisa langsung dilaksanakan tanpa hambatan,” tambahnya.
Sebagai langkah jangka panjang, Perumda AMDT juga merencanakan peningkatan kapasitas Water Treatment Plant(WTP) di Babulu untuk mengimbangi perluasan pipa tersebut. Rasyid menargetkan kapasitas produksi WTP Babulu dapat melonjak hingga 30-40 liter per detik, naik drastis dari kapasitas saat ini yang hanya menyentuh angka 10 liter per detik. (*)
Penulis: Aji Yudha | Editor: Dian MS
Dapatkan breaking news dan berita pilihan langsung di ponselmu!
Gabung sekarang di WhatsApp Channel resmi Cahayaborneo.com:
https://whatsapp.com/channel/0029VaeJ8yD6GcGMHjr5Fk0D
Pastikan WhatsApp sudah terinstal, ya!







