PENAJAM– Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (Pemkab PPU) kini tengah berada dalam posisi menentukan masa depan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Waru.
Keputusan ini diambil menyusul insiden dugaan keracunan massal yang menimpa siswa SDN 008 Waru beberapa waktu lalu. Untuk sementara waktu, seluruh layanan dihentikan total demi menjamin keamanan konsumsi bagi para siswa di wilayah tersebut.
Wakil Bupati (Wabup) PPU, Abdul Waris Muin, menyatakan bahwa pihaknya tidak ingin terburu-buru dalam mengambil keputusan terkait pembukaan kembali layanan tersebut.
“Kepastian operasional ini sangat bergantung pada hasil evaluasi menyeluruh serta uji laboratorium terhadap sampel makanan yang diduga terkontaminasi. Proses investigasi ini menjadi syarat mutlak sebelum SPPG Waru diizinkan beraktivitas kembali,” jelasnya pada Senin (16/2/2026).
Terkait sanksi atau kelanjutan program, Waris menegaskan bahwa faktor kesengajaan dan kepatuhan terhadap regulasi akan menjadi penentu utama. Jika ditemukan pelanggaran berat terhadap aturan yang berlaku, penutupan permanen bisa saja dilakukan.
“Namun, keputusan final mengenai status SPPG tersebut tetap berada di bawah wewenang pemerintah pusat berdasarkan laporan detail dari pemerintah daerah,” tambahnya.
Berdasarkan temuan awal di lapangan, sorotan utama tertuju pada menu puding yang diduga menjadi penyebab gangguan kesehatan siswa. Ironisnya, menu tersebut disinyalir berasal dari pihak ketiga, yang secara jelas melanggar aturan baku program.
Ia menekankan bahwa seluruh proses pengolahan makanan wajib dilakukan di dapur internal SPPG tanpa campur tangan vendor luar guna menjaga sterilitas dan kontrol kualitas.
Di tengah evaluasi ketat tersebut, Pemkab PPU memastikan tetap bertanggung jawab penuh terhadap pemulihan kondisi para siswa yang terdampak.
“Sebagai langkah preventif jangka panjang, Pemerintah telah menjalin koordinasi intensif dengan Badan Gizi Nasional (BGN).
Kerja sama ini bertujuan untuk merombak sistem pengawasan agar celah keamanan pangan dalam program makan gratis dapat ditutup rapat.
Selain prosesi peresmian, ia meninjau langsung kesiapan sarana dan prasarana dapur untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa fasilitas baru memiliki kesiapan yang jauh lebih matang dibandingkan sebelumnya. (*)
Reporter : Aji Yudha
Editor: Syafika
Dapatkan breaking news dan berita pilihan langsung di ponselmu!
Gabung sekarang di WhatsApp Channel resmi Cahayaborneo.com:
https://whatsapp.com/channel/0029VaeJ8yD6GcGMHjr5Fk0D
Pastikan WhatsApp sudah terinstal, ya!







