Menu

Mode Gelap
Basuki Hadimuljono dan Jess Dutton Bahas Kolaborasi Infrastruktur Berkelanjutan untuk Ibu Kota Nusantara PUPR PPU Terkendala Pembangunan Infrastruktur di Wilayah Dekat IKN Jaga Kelestarian Lingkungan Lewat Penanaman Pohon di KIPP IKN Delegasi Sabah Kunjungi Ibu Kota Nusantara, Eksplorasi Potensi Investasi dan Kerja Sama Otorita IKN Terima Kunjungan Delegasi Pengusaha Rusia, Bahas Peluang Kerja Sama Pembangunan IKN PPU Hadapi Tantangan Ketenagakerjaan, Dorong Peningkatan Kapasitas

Advertorial

Ekspansi Lahan Pertanian: Sawah di PPU Meluas dalam Lima Tahun Terakhir

badge-check


					foto : Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Distan PPU, Gunawan, pada saat ditemui di kantor Distan PPU (Dok : CahayaBorneo/AJI) Perbesar

foto : Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Distan PPU, Gunawan, pada saat ditemui di kantor Distan PPU (Dok : CahayaBorneo/AJI)

PENAJAM— Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menyebut pada tahun 2016 luas lahan sawah eksisting ada 7.234 hektare dan berubah di 2021 menjadi 7.508 hektare

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Distan PPU, Gunawan, mengatakan bahwa, ini merupakan lahan eksisting, khususnya di lahan yang sudah terbagi menjadi empat kecamatan.

“Empat Kecamatan ini meliputi, Penajam, Waru, Babulu, dan Sepaku, dengan masing masing luas lahan ini jika ditanyakan di kementrian ATR/BPN pada saat rapat koordinasi kesepakatan penandatanganan di seluruh Kalimantan Timur, tidak mempunyai data antar kecamatan,” ujarnya pada Rabu (09/4/2025).

Namun demikian, Distan PPU akan berusaha karena masih masing kecamatan memiliki luasan lahan yang berbeda beda, dan lahan yang terluas terletak di Kecamatan Babulu dengan luasan lahan mencapai 4.000 ribu luasan, kemudian disusul dengan kecamatan Penajam terdapat luasan lahan sekitar 1.000 hektare lahan, kecamatan Waru terdapat 600 hektare, dan di Kecamatan Sepaku terdapat sekitar 400 hektare lahan.

Ia menyebutkan bahwa, daerah yang memiliki kadar asam yang rendah terletak di Desa Sebakung Jaya, oleh karena itu pemberian kapur harus dilakukan secepat mungkin.

“Karena kapur ini dianggap lebih murah, namun pengaplikasiannya cukup susah, karena setiap hektare nya memerlukan kapur yang cukup banyak,” ungkapnya.

Oleh karenanya, Distan PPU berberapa hari yang lalu telah mengadakan rapat dengan Bupati dalam rangka swadaya pangan, Bupati PPU memberikan alternatif untuk memproduksi kapur sebanyak-banyaknya untuk keberlangsungan pertanian.

“Untuk ketersediaan kapur sendiri, kita tidak mengambil kapur dari luar, cukup mengambil menambang baru yang terdapat Labangka, dan akan diproses menjadi kapur dolomit,” pungkasnya. (ADV/CB/AJI)

Tim Redaksi CahayaBorneo.com

Facebook Comments Box
PERINGATAN:
Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto milik CahayaBorneo.com dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta akan dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

Baca Lainnya

Peringatan HKG PKK Ke-54, Bupati PPU Launching Website, SIM PKK, SIM Posyandu dan Batik PKK

22 Juli 2026 - 16:26 WITA

SPPD Harus Hasilkan Solusi, Bukan Sekadar Perjalanan Dinas

22 Juli 2026 - 15:24 WITA

Kembangkan Program CSR yang Inovatif dan Berdampak, PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur Terima Penghargaan dari Pemkab Penajam Paser Utara

22 Juli 2026 - 02:06 WITA

Pria Ditemukan Meninggal di Kamar Kos Petung, BPBD PPU Lakukan Evakuasi

20 Juli 2026 - 23:30 WITA

Respons Cepat Call Center 110, Polres PPU Bersama BPBD dan Damkar Berhasil Padamkan Kebakaran Bangunan di Petung

18 Juli 2026 - 11:56 WITA

Trending di PENAJAM PASER UTARA