PENAJAM – Keterbatasan fasilitas penunjang bagi berbagai cabang olahraga (cabor) di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) kini menjadi perhatian serius kalangan legislatif.
Anggota Komisi I DPRD PPU, Bijak Ilhamdani, menyoroti minimnya sarana olahraga yang dinilai berpotensi menghambat perkembangan dan prestasi atlet lokal.
Menurutnya, pemerintah daerah perlu memberikan perhatian lebih terhadap penyediaan fasilitas yang memadai agar proses pembinaan atlet dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.
“Hingga saat ini, PPU belum memiliki sarana latihan representatif yang dikhususkan untuk mencetak perenang profesional. Kondisi ini tentu membuat pembinaan atlet menjadi tidak maksimal,” ujarnya, Minggu (26/4/2026).
Ia menjelaskan, keterbatasan anggaran menjadi faktor utama yang menghambat pembangunan infrastruktur olahraga di daerah. Kebijakan efisiensi fiskal membuat sejumlah rencana pembangunan fasilitas terpaksa tertunda dalam beberapa tahun terakhir.
“Harapan kita ke depan, jika kondisi keuangan daerah membaik, persoalan seperti ini tidak terjadi lagi. Kita prihatin karena atlet renang kita belum memiliki fasilitas yang layak,” tambahnya.
Minimnya sarana latihan membuat para atlet renang PPU harus berlatih di fasilitas umum yang digunakan bersama masyarakat. Kondisi ini dinilai kurang ideal untuk meningkatkan performa dan daya saing atlet di level yang lebih tinggi.
DPRD PPU berharap adanya komitmen jangka panjang dari pemerintah daerah untuk menghadirkan fasilitas olahraga yang representatif, sehingga potensi atlet lokal dapat berkembang maksimal dan mampu mengharumkan nama daerah di kancah regional maupun nasional. (*)
Penulis: Aji Yudha | Editor: Dian MS
Dapatkan breaking news dan berita pilihan langsung di ponselmu!
Gabung sekarang di WhatsApp Channel resmi Cahayaborneo.com:
https://whatsapp.com/channel/0029VaeJ8yD6GcGMHjr5Fk0D
Pastikan WhatsApp sudah terinstal, ya!







