Menu

Mode Gelap
Basuki Hadimuljono dan Jess Dutton Bahas Kolaborasi Infrastruktur Berkelanjutan untuk Ibu Kota Nusantara PUPR PPU Terkendala Pembangunan Infrastruktur di Wilayah Dekat IKN Jaga Kelestarian Lingkungan Lewat Penanaman Pohon di KIPP IKN Delegasi Sabah Kunjungi Ibu Kota Nusantara, Eksplorasi Potensi Investasi dan Kerja Sama Otorita IKN Terima Kunjungan Delegasi Pengusaha Rusia, Bahas Peluang Kerja Sama Pembangunan IKN PPU Hadapi Tantangan Ketenagakerjaan, Dorong Peningkatan Kapasitas

OLAHRAGA

Krisis Anggaran, 14 Cabor PPU Absen di Porprov Kaltim 2026

badge-check


					
Foto : Ketua Koni PPU, Arpan, (Dok : CahayaBorneo/AJI). Perbesar

Foto : Ketua Koni PPU, Arpan, (Dok : CahayaBorneo/AJI).

PENAJAM Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Penajam Paser Utara (PPU) resmi memetakan kekuatan yang akan diterjunkan pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim November mendatang.
Berdasarkan hasil evaluasi terbaru, dipastikan kekuatan kontingen PPU tidak akan tampil secara maksimal di semua lini pertandingan.

Dari total 60 cabang olahraga (cabor) yang bernaung di bawah bendera KONI PPU, tercatat sebanyak 14 cabor dipastikan absen dari ajang bergengsi tersebut. Beberapa cabor populer yang harus mengubur mimpi bertanding di antaranya adalah sepak bola, basket, tenis meja, hingga olahraga elektronik atau esport.

Ketua KONI PPU, Arfan, mengungkapkan bahwa kegagalan belasan cabor ini bukan disebabkan oleh minimnya prestasi, melainkan karena syarat administratif yang tidak terpenuhi.

Mereka dipastikan gugur karena tidak mengikuti Babak Kualifikasi (BK) Porprov yang merupakan syarat mutlak bagi setiap atlet untuk mengamankan tiket menuju putaran final. Hingga saat ini, hanya 46 cabang olahraga yang dinyatakan siap bertarung dan membawa nama daerah di kancah provinsi.

“Dari 60 cabor yang ada, hanya 46 yang siap berangkat. Sekitar 14 cabor lainnya gugur otomatis karena tidak melewati proses kualifikas, faktor finansial menjadi akar masalah utama yang menghambat langkah para atlet,” bebernya pada Jumat (24/4/2026).

Pada masa kualifikasi sebelumnya, keterbatasan dukungan anggaran dari pemerintah daerah memaksa pengurus cabor untuk memutar otak demi tetap bisa berpartisipasi dalam ajang seleksi.

Kondisi miris pun terungkap, di mana banyak pengurus cabor harus merogoh kocek pribadi atau menggunakan dana talangan untuk membiayai keberangkatan tim.

“Bagi cabor yang tidak memiliki kemampuan finansial mandiri, mereka terpaksa absen dari babak kualifikasi yang berujung pada hilangnya kesempatan berlaga di Porprov Kaltim tahun ini,” pungkasnya. (*)

 

Penulis: Aji Yudha | Editor: Dian MS

Dapatkan breaking news dan berita pilihan langsung di ponselmu!
Gabung sekarang di WhatsApp Channel resmi Cahayaborneo.com:
https://whatsapp.com/channel/0029VaeJ8yD6GcGMHjr5Fk0D
Pastikan WhatsApp sudah terinstal, ya!

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

KONI PPU Siapkan 950 Atlet Menuju Porprov Kaltim 2026, 46 Cabor Siap Bertanding

24 April 2026 - 14:15 WITA

Minim Fasilitas, Atlet Renang PPU Terpaksa Latihan Bareng Pengunjung Umum

22 April 2026 - 15:02 WITA

Porprov VIII Kaltim 2026 di Paser, KONI PPU Desak Tambahan Anggaran Rp 12 Miliar

14 April 2026 - 13:37 WITA

Pemda PPU Siapkan Anggaran Porprov Kaltim 2026 Lewat APBD Perubahan

2 Maret 2026 - 19:10 WITA

KONI PPU Gelar Rakorkab, Target 4 Besar Porprov 2026 di Paser

1 Maret 2026 - 01:15 WITA

Trending di OLAHRAGA