NASIONAL – Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa menyebut kunjungan kerjanya ke Mpumalanga, Afrika Selatan, menjadi momentum memperkuat kolaborasi antarnegara G20 dalam mengembangkan pariwisata yang inklusif, berkelanjutan, dan tangguh. Agenda utamanya adalah menghadiri rangkaian kegiatan G20 Tourism Ministers’ Meeting.
“Indonesia dalam hal ini Kementerian Pariwisata berkomitmen mendukung pengembangan pariwisata bersama negara-negara G20 serta meningkatkan dan mempererat hubungan kerja sama antarnegara. Utamanya terkait dengan pariwisata sesuai poin output dalam Presidensi G20 Afrika Selatan,” ujar Wamenpar Ni Luh Puspa.
Pertemuan G20 di Mpumalanga menghasilkan Mpumalanga Declaration, kesepakatan penting yang menekankan pariwisata global berkelanjutan, inklusif, dan tangguh. Indonesia memberi fokus pada empat hal, yakni inovasi digital bagi UMKM, pembiayaan adil dan berkelanjutan, peningkatan konektivitas udara, serta penguatan resiliensi. “Keempat poin ini sangat relevan dengan agenda pembangunan pariwisata Indonesia,” kata Wamenpar Ni Luh.
Dalam aspek pembiayaan, Indonesia menyoroti akses pendanaan untuk negara berkembang, pentingnya keberlanjutan dalam investasi, serta penguatan kemitraan publik-swasta. “Dan ketiga, memperkuat kemitraan antara sektor publik dan swasta, karena kolaborasi adalah kunci untuk menghadirkan solusi nyata dan mempercepat pembangunan pariwisata berkelanjutan,” ujarnya.
Di sela forum, Wamenpar Ni Luh juga bertemu secara bilateral dengan sejumlah Menteri dari Jepang, Uni Emirat Arab, Afrika Selatan, dan Brazil, untuk membahas kerja sama sekaligus mempromosikan peluang investasi pariwisata Indonesia, termasuk di lima Destinasi Pariwisata Prioritas (DPP) dan sepuluh Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). “Sebagai anggota G20, Indonesia berkomitmen untuk mendukung upaya kolektif guna memperkuat peran pariwisata dalam mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan, tangguh, dan inklusif,” tegasnya. (*)
Sumber : Kemenpar RI
Editor : Nanabq
Dapatkan breaking news dan berita pilihan langsung di ponselmu!
Gabung sekarang di WhatsApp Channel resmi Cahayaborneo.com:
https://whatsapp.com/channel/0029VaeJ8yD6GcGMHjr5Fk0D
Pastikan WhatsApp sudah terinstal, ya!
Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto milik CahayaBorneo.com dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta akan dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.







