Menu

Mode Gelap
Basuki Hadimuljono dan Jess Dutton Bahas Kolaborasi Infrastruktur Berkelanjutan untuk Ibu Kota Nusantara PUPR PPU Terkendala Pembangunan Infrastruktur di Wilayah Dekat IKN Jaga Kelestarian Lingkungan Lewat Penanaman Pohon di KIPP IKN Delegasi Sabah Kunjungi Ibu Kota Nusantara, Eksplorasi Potensi Investasi dan Kerja Sama Otorita IKN Terima Kunjungan Delegasi Pengusaha Rusia, Bahas Peluang Kerja Sama Pembangunan IKN PPU Hadapi Tantangan Ketenagakerjaan, Dorong Peningkatan Kapasitas

PENAJAM PASER UTARA

Inovasi UMKM Jenebora, Kepiting Soka Kering Siap Dongkrak Ekonomi Lokal

badge-check


					Foto: Lurah Jenebora, Heru Susanto (Dok: CahayaBorneo/AJI) Perbesar

Foto: Lurah Jenebora, Heru Susanto (Dok: CahayaBorneo/AJI)

PENAJAM – Kelurahan Jenebora, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), menunjukkan langkah progresif dalam memajukan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal.

Inisiatif terbaru yang menarik perhatian adalah rencana produksi kepiting soka kering, sebuah inovasi yang diharapkan mampu mendiversifikasi produk unggulan daerah dan meningkatkan pendapatan masyarakat.

Kepiting soka, atau kepiting bakau yang sedang dalam fase ganti kulit sehingga cangkangnya masih lunak, memiliki potensi besar untuk diolah menjadi produk bernilai tinggi. Dengan metode pengeringan, produk ini diharapkan memiliki daya tahan lebih lama dan jangkauan pasar yang lebih luas, menjadikannya oleh-oleh khas yang unik dari Jenebora.

Lurah Jenebora, Heru Susanto menyampaikan bahwa tidak menampik adanya tantangan. Ia mengungkapkan bahwa pengelolaan produk kepiting soka kering ini masih menghadapi kendala, terutama terkait dengan kapasitas sumber daya dan manajemen. Untuk mengatasi hal tersebut, pembentukan kelompok pengelola yang solid dianggap krusial agar produksi dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.

“Kami tidak ingin Kelurahan Jenebora hanya terpaku pada produk seperti kerupuk udang dan terasi saja,” ujarnya pada Kamis (17/7/2025).

Sebagai contoh, Heru menceritakan pengalaman sebelumnya dalam membuat sambal baby cumi bersama Disperindag PPU. Meskipun inisiatif tersebut tidak berlangsung lama karena adanya masa insentif, pengalaman ini menunjukkan potensi eksplorasi produk baru di luar komoditas tradisional. Terasi, di sisi lain, telah terbukti memiliki daya tahan pasar yang lebih lama.

Selain kepiting soka kering, produk UMKM amplang ikan juga menjadi fokus perhatian Kelurahan Jenebora. Produk olahan ikan ini diharapkan dapat menjadi salah satu oleh-oleh unggulan.

“Kami berharap, jika ke depan muncul pengrajin amplang yang berpotensi, pelatihan pembuatan amplang yang baik dan benar dapat segera diselenggarakan,” harapnya.

Dengan berbagai inovasi produk dan upaya penguatan kelompok UMKM, Kelurahan Jenebora optimistis dapat menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih dinamis dan mandiri. Langkah ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga menjadikan Jenebora sebagai sentra UMKM yang kreatif dan berdaya saing di PPU. (CB/AJI)


Reporter   : Aji Yudha

Editor        : Nanabq

Dapatkan breaking news dan berita pilihan langsung di ponselmu!
Gabung sekarang di WhatsApp Channel resmi Cahayaborneo.com:
https://whatsapp.com/channel/0029VaeJ8yD6GcGMHjr5Fk0D
Pastikan WhatsApp sudah terinstal, ya!

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Wabup PPU Pastikan Penataan RSUD Nipah-Nipah Tak Matikan UMKM, Pedagang Direlokasi

4 April 2026 - 15:44 WITA

Respons Positif UMKM PPU Terkait Relokasi: Lebih Layak dan Sesuai Regulasi

4 April 2026 - 15:39 WITA

Buka Musrenbang RKPD 2027, Bupati PPU Tekankan Inovasi di Tengah Keterbatasan Anggaran

2 April 2026 - 20:25 WITA

LAKI PPU Desak Bupati Bentuk Tim Khusus untuk Sengketa Tapal Batas HGU PT STN

2 April 2026 - 20:17 WITA

Potensi Dana CSR di PPU Melimpah, Pemanfaatannya Masih Belum Optimal

2 April 2026 - 20:12 WITA

Trending di PENAJAM PASER UTARA