NASIONAL – Dalam rangka memeriahkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mengangkat tema Berwisata #DiIndonesiaAja dalam gelaran “Karnaval Bersatu 2025”.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dan Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa turut serta secara langsung dalam acara tersebut yang diselenggarakan pada Minggu (17/8/2025) di Jakarta. Pada kesempatan ini, Kemenpar menampilkan mobil karnaval dengan tema “Berwisata #diIndonesiaAja, Lestarikan Alam dan Budaya Indonesia untuk Pariwisata Berkualitas dan Berkelanjutan”.
Mobil karnaval ini dirancang menyerupai Kapal Phinisi, simbol kebanggaan warisan budaya maritim Nusantara sejak abad ke-14, yang tetap relevan dengan semangat pembangunan masa kini.
“Phinisi melambangkan semangat menjelajah, berlayar melintasi ribuan pulau, serta kesiapan Indonesia untuk mengarungi masa depan melalui sektor pariwisata yang inklusif, kreatif, dan berdaya saing global untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045,” kata Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, dalam keterangannya pada Senin (18/8/2025).
Sepanjang rute dari Monas hingga Semanggi, mobil tersebut memperlihatkan visualisasi berbagai program Kemenpar yang sejalan dengan agenda prioritas Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Beberapa inisiatif yang ditampilkan antara lain Makan Bergizi Gratis (MBG), pengembangan Koperasi Merah Putih di desa wisata, serta wisata edukasi untuk Sekolah Rakyat. Selain itu, juga diperlihatkan pengembangan lima destinasi super prioritas, peningkatan konektivitas antarwilayah, promosi pariwisata berkelanjutan, serta pengembangan event nasional.
“Elemen hias yang digunakan juga mencerminkan kekayaan budaya dan keindahan alam Indonesia yang menjadi daya tarik wisata global untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dari pedesaan,” kata Menteri Widiyanti.
Kehadiran para penari cilik yang membawakan tari “Pacu Jalur”, salah satu ikon budaya dalam pariwisata Indonesia, turut memeriahkan mobil karnaval Kemenpar. “Pacu Jalur” sendiri merupakan event lokal yang masuk dalam kalender Karisma Event Nusantara (KEN) Kemenpar.
“Kehadiran Pacu Jalur yang ikonik selain menambah kemeriahan karnaval, juga diharapkan bisa menjadi undangan bagi khalayak untuk turut mempromosikan event Pacu Jalur, yang akan diselenggarakan pada 20–24 Agustus 2025 di Kabupaten Kuantan Singingi, Riau,” ujar Menteri Widiyanti.
Tidak hanya dekorasi Phinisi dan tarian Pacu Jalur, mobil karnaval tersebut juga diwarnai dengan kehadiran Puteri Indonesia 2025, Firsta Yufi Amarta Putri, serta Putri Indonesia Pariwisata 2025, Salma Ranggita. Keduanya hadir sebagai figur publik yang turut memperkuat citra positif sektor pariwisata Indonesia. Peran mereka sebagai duta bangsa bertujuan menginspirasi generasi muda untuk mencintai dan memperkenalkan potensi alam dan budaya tanah air di berbagai forum nasional maupun internasional.
Kapal Phinisi yang digunakan sebagai dekorasi utama juga sarat akan makna keberlanjutan, menyampaikan pesan penting mengenai luasnya wilayah perairan Indonesia yang mencapai 63 persen. Artinya, menjelajahi Indonesia tidak hanya berarti menyusuri daratannya, tetapi juga lautannya.
Pesan ini selaras dengan fokus pengembangan wisata maritim oleh Kemenpar, dalam upaya menciptakan sektor pariwisata yang berkelas dan berkelanjutan.
“Mari berwisata #diIndonesiaAja sambil menjaga dan melestarikan budaya dan alam kita, untuk generasi Indonesia Emas 2045,” ujar Menteri Pariwisata. (CB/Rilis)
Sumber : Kemenpar RI
Editor : Nanabq
Dapatkan breaking news dan berita pilihan langsung di ponselmu!
Gabung sekarang di WhatsApp Channel resmi Cahayaborneo.com:
https://whatsapp.com/channel/0029VaeJ8yD6GcGMHjr5Fk0D
Pastikan WhatsApp sudah terinstal, ya!
Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto milik CahayaBorneo.com dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta akan dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.







