PENAJAM – Pengurus Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) resmi mengukuhkan arah kebijakan barunya. Lembaga ini bukanlah pengejaran medali atau prestasi kompetitif semata, melainkan peningkatan partisipasi aktif masyarakat dalam berolahraga secara inklusif.
KORMI memiliki peran unik dalam menaungi berbagai induk organisasi olahraga yang bersifat tradisional dan rekreatif. Menurutnya, esensi dari organisasi ini adalah menciptakan ekosistem olahraga yang mampu menghadirkan kegembiraan, kesehatan, serta kebahagiaan bagi seluruh lapisan warga PPU tanpa terkecuali.
Ketua Umum KORMI PPU, Sariman, menjelaskan saat ini, tercatat sudah ada sekitar 25 induk organisasi olahraga (Inorga) yang bernaung di bawah KORMI PPU. Angka ini diprediksi akan terus bertambah pesat mengingat di tingkat nasional terdapat hampir 80 Inorga yang terdaftar.
“Penambahan ini diharapkan dapat memberikan lebih banyak pilihan bagi masyarakat untuk menyalurkan minat olahraga mereka, baik yang bersifat fisik maupun ketangkasan tradisional,” bebernya pada Rabu (29/4/2036).
Cakupan pembinaan KORMI PPU juga tergolong sangat luas, menyasar partisipan mulai dari usia dini hingga lanjut usia (lansia). Salah satu contoh konkret yang ditekankan adalah keberadaan Persatuan Tulang Sehat Indonesia, yang dinilai sangat relevan bagi kalangan lansia untuk menjaga kebugaran fisik di usia senja.
Hal ini selaras dengan misi besar KORMI untuk membudayakan hidup sehat yang mudah diakses oleh semua kalangan. Meski menekankan pada aspek kegembiraan, KORMI PPU tetap menunjukkan profesionalitasnya dengan mulai menyusun langkah strategis menuju ajang Pekan Olahraga Nasional (Pornas) KORMI 2027 di Palu.
“Sebagai langkah awal, kami akan menjadwalkan proses seleksi atlet yang akan dimulai pada Agustus mendatang guna menjaring potensi terbaik dari daerah tersebut,” terangnya.
Beberapa cabang olahraga di bawah naungan KORMI PPU pun sebenarnya telah mengukir capaian positif yang membanggakan, seperti Asosiasi Kungfu Tradisional Indonesia, panahan, hingga olahraga sumpit. Kendati demikian, Sariman tetap menggarisbawahi bahwa prestasi tersebut hanyalah bonus, sementara kunci utamanya tetap pada konsistensi pembinaan agar olahraga tradisional tetap diminati oleh generasi muda.
Melalui pendekatan yang mengedepankan inklusivitas dan keceriaan, KORMI PPU diharapkan mampu menjadi motor penggerak utama dalam menciptakan masyarakat yang lebih aktif.
“Kami ingin masyarakat semakin cinta olahraga. Pembinaan harus terus dilakukan agar partisipasi meningkat, sehingga tercipta generasi yang lebih sehat dan bugar di masa depan,”pungkasnya. (*)
Penulis: Aji Yudha | Editor: Dian MS
Dapatkan breaking news dan berita pilihan langsung di ponselmu!
Gabung sekarang di WhatsApp Channel resmi Cahayaborneo.com:
https://whatsapp.com/channel/0029VaeJ8yD6GcGMHjr5Fk0D
Pastikan WhatsApp sudah terinstal, ya!







