Menu

Mode Gelap
Basuki Hadimuljono dan Jess Dutton Bahas Kolaborasi Infrastruktur Berkelanjutan untuk Ibu Kota Nusantara PUPR PPU Terkendala Pembangunan Infrastruktur di Wilayah Dekat IKN Jaga Kelestarian Lingkungan Lewat Penanaman Pohon di KIPP IKN Delegasi Sabah Kunjungi Ibu Kota Nusantara, Eksplorasi Potensi Investasi dan Kerja Sama Otorita IKN Terima Kunjungan Delegasi Pengusaha Rusia, Bahas Peluang Kerja Sama Pembangunan IKN PPU Hadapi Tantangan Ketenagakerjaan, Dorong Peningkatan Kapasitas

PENAJAM PASER UTARA

Pemkab PPU Pantau Pengembangan Lapangan Gas Karamba Undip I, Dorong Manfaat untuk Daerah

badge-check


					
Foto : Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setkab PPU, Nicko Herlambang, (Dok : CahayaBorneo/AJI). Perbesar

Foto : Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setkab PPU, Nicko Herlambang, (Dok : CahayaBorneo/AJI).

PENAJAM– Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (Pemkab PPU) memberikan perhatian khusus terhadap proyek pengembangan lapangan gas Karamba Undip I yang dikelola oleh PT Indosino Oil & Gas.

Proyek yang berlokasi di Kelurahan Buluminung, Kecamatan Penajam ini, dipastikan akan segera memasuki tahapan operasional. Fokus utama pemerintah daerah saat ini adalah mengawal bagaimana arah pemanfaatan hasil produksi gas tersebut bagi kepentingan yang lebih luas.

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setkab PPU, Nicko Herlambang, menjelaskan bahwa secara kontraktual, seluruh hasil produksi gas dari Indosino saat ini telah dialokasikan untuk kebutuhan industri besar.

“Fokus utama distribusi gas tersebut adalah menyuplai proyek strategis nasional, yaitu Refinery Development Master Plan (RDMP) milik Pertamina, ini membuat ketersediaan gas untuk sektor lain masih sangat terbatas pada fase awal,” terangnya, Selasa  (28/4/2026).

Mengenai teknis di lapangan, pengembangan sumur gas ini akan dilaksanakan secara bertahap guna memastikan stabilitas produksi. Dari rencana awal yang mencakup tiga titik pengeboran, pihak pengembang akan memulai aktivitas produksi dari satu titik terlebih dahulu.

Setelah proses pada titik pertama dinilai stabil dan memenuhi parameter teknis, barulah pengembangan akan dilanjutkan ke titik-titik pengeboran berikutnya.

“Meski terikat kontrak dengan RDMP, kami tidak menutup mata terhadap peluang pemanfaatan gas untuk kebutuhan lokal, potensi untuk mengalihkan sebagian kecil produksi bagi daerah tetap ada, namun hal tersebut memerlukan kajian teknis yang mendalam serta kebijakan lanjutan dari berbagai pihak terkait. Langkah ini penting agar tidak terjadi benturan regulasi di kemudian hari,” tambahnya.

Tantangan terbesar yang dihadapi daerah adalah terbatasnya ruang intervensi dalam sektor minyak dan gas bumi. Mengingat kewenangan penuh berada di tangan pemerintah pusat, Pemkab PPU tidak memiliki otoritas dalam penganggaran maupun pengambilan keputusan strategis di sektor ini.

Hal ini menyebabkan posisi daerah lebih banyak berperan sebagai pendukung dan pengawas jalannya investasi di wilayah administrasi mereka.
Di sisi lain, dorongan agar produksi gas memberi manfaat bagi masyarakat muncul akibat belum meratanya cakupan jaringan gas (jargas) di wilayahnya.

“Sebelumnya, usulan Pemkab PPU untuk menambah 36.000 sambungan rumah tangga ke pemerintah pusat menemui jalan buntu. Tetaph ini diperparah dengan informasi bahwa APBN tidak lagi mengalokasikan anggaran untuk pembiayaan proyek perluasan jaringan gas rumah tangga tersebut,” jelasnya.

Sebagai penutup, Nicko Herlambang berharap ada solusi kreatif dan jalan keluar agar keberadaan sumber daya alam ini bisa dirasakan langsung oleh warga lokal. Walaupun secara resmi PT Indosino telah berkomitmen penuh untuk memenuhi kebutuhan RDMP,

“Jadi kami tetap berupaya mencari celah agar produksi gas di masa depan dapat mendukung kemandirian energi bagi masyarakat PPU secara merata,” imbuhnya. (*)

Penulis: Aji Yudha | Editor: Dian MS

Dapatkan breaking news dan berita pilihan langsung di ponselmu!
Gabung sekarang di WhatsApp Channel resmi Cahayaborneo.com:
https://whatsapp.com/channel/0029VaeJ8yD6GcGMHjr5Fk0D
Pastikan WhatsApp sudah terinstal, ya!

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Polres PPU Perkuat Sinergi dengan Laskar Adat Paser, Jaga Kondusifitas Daerah

28 April 2026 - 17:48 WITA

Kepedulian Nyata untuk Sesama: Syarifah Suraidah Kunjungi Pasien Kanker Nasofaring Stadium Akhir di PPU

28 April 2026 - 16:40 WITA

Produk Kriya Kaltim Dilirik Australia, Sarifah Suraidah Buka Pekan UMKM di PPU

28 April 2026 - 15:29 WITA

Sentuhan Kasih di SLB Negeri PPU: Komitmen Sarifah Suraidah Perkuat Pendidikan Inklusif

28 April 2026 - 15:18 WITA

Ancaman El Nino 2026, BPBD PPU Waspadai Krisis Pangan dan Kekeringan

27 April 2026 - 16:44 WITA

Trending di PENAJAM PASER UTARA