PENAJAM– Upaya memperkuat fondasi pendidikan inklusif di Kalimantan Timur (Kaltim) kembali mendapat momentum penting melalui kunjungan kerja Ketua TP PKK Kaltim Sarifah Suraidah ke SLB Negeri Penajam Paser Utara (PPU).
Kunjungan ini bukan sekadar agenda formal, melainkan bentuk nyata dari atensi Pemerintah Provinsi dalam memastikan anak-anak berkebutuhan khusus mendapatkan perhatian yang setara di mata hukum dan pendidikan.
Setibanya di lokasi, suasana haru dan ceria menyelimuti sekolah saat Sarifah Suraidah berinteraksi langsung dengan para siswa. Beliau tidak ragu untuk duduk bersama dan menjalin komunikasi yang intens, menunjukkan kedekatan emosional yang tulus. Kehadiran sosok Ibu Gubernur Kaltim ini seolah menjadi suntikan energi positif bagi para siswa yang menyambutnya dengan antusiasme tinggi.
Dalam sebuah dialog yang hangat, Sarifah memberikan motivasi yang menyentuh hati para guru dan orang tua murid. Beliau menekankan bahwa keterbatasan fisik atau kognitif bukanlah penghalang bagi seseorang untuk meraih prestasi. Beliau meyakinkan siswa-siswi bahwa mereka memiliki tempat yang istimewa dalam pembangunan masa depan daerah.
“Pesan kemanusiaan yang kuat mengenai hak dasar anak, bahwa setiap individu, tanpa terkecuali, berhak mendapatkan akses pendidikan yang layak dan bermartabat. Anak-anak kita di SLB ini adalah generasi hebat dengan potensi luar biasa; tugas kita adalah memastikan dukungan itu ada,” tegas Sarifah Suraidah pada Selasa (28/4/2026).
Kunjungan ini juga dimanfaatkan untuk melakukan inspeksi mendalam terhadap fasilitas sekolah. Hj. Sarifah mengamati setiap sudut ruang kelas dan sarana pendukung lainnya untuk memastikan proses belajar mengajar berjalan optimal.
Ia mencatat beberapa aspek yang memerlukan peningkatan kualitas agar lingkungan sekolah menjadi lebih adaptif dan ramah bagi disabilitas. Kehadiran Indrayani, istri Wakil Bupati PPU, menambah bobot dukungan pada kegiatan tersebut.
Indrayani turut aktif memberikan dukungan moral dan berdiskusi dengan para tenaga pendidik mengenai tantangan yang dihadapi di lapangan. Sinergi antara tokoh perempuan ini menunjukkan adanya keselarasan visi antara pemerintah provinsi dan kabupaten.
“Fokus utama dari kegiatan ini tetap bertumpu pada pembangunan sistem pendidikan yang berkeadilan dan berkelanjutan. Pemerintah ingin memastikan bahwa kebijakan inklusi bukan hanya menjadi slogan di atas kertas, melainkan sebuah realita yang dirasakan langsung oleh masyarakat,” terang indrayani.
Kehadiran pemimpin di tengah-tengah mereka menjadi bukti kehadiran negara dalam menyentuh lapisan masyarakat yang paling membutuhkan.
Menutup rangkaian kunjungannya, Sarifah Suraidah kembali menghampiri para siswa satu per satu untuk berpamitan dan memberikan pelukan penyemangat.
“Suasana penuh haru ini menjadi penanda kuat bahwa masa depan anak-anak SLB Negeri PPU kini menjadi salah satu prioritas dalam agenda besar pembangunan sumber daya manusia di Kaltim,” pungkas Indrayani. (*)
Penulis: Aji Yudha | Editor: Dian MS
Dapatkan breaking news dan berita pilihan langsung di ponselmu!
Gabung sekarang di WhatsApp Channel resmi Cahayaborneo.com:
https://whatsapp.com/channel/0029VaeJ8yD6GcGMHjr5Fk0D
Pastikan WhatsApp sudah terinstal, ya!







