PENAJAM – Pot bunga bermotif Solong Tengkalang kini didorong menjadi salah satu simbol pelestarian budaya Paser di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).
Upaya tersebut diwujudkan melalui penyerahan pot bunga karya pecinta tanaman sekaligus penggiat lingkungan, Masrani, dalam kegiatan yang berlangsung di Kelurahan Tanjung Tengah, Senin (8/6/2026).
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang penyerahan karya seni bernilai budaya, tetapi juga bentuk nyata upaya memperkenalkan identitas masyarakat Paser kepada generasi muda dan masyarakat luas melalui media yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Masrani mengungkapkan bahwa gerakan pelestarian budaya melalui pot bunga bermotif Solong Tengkalang telah mendapatkan apresiasi dari Pemerintah Kabupaten PPU maupun Kesultanan Paser.
“Alhamdulillah sudah mendapat apresiasi dari Pemkab PPU saat kegiatan Nondoi melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Kami juga mendapat penghargaan dari Sultan Paser. Sampai saat ini sekitar 200 pot sudah diserahkan,” ujarnya.
Menurut Masrani, pot bunga bermotif Solong Tengkalang merupakan cara sederhana namun efektif untuk memperkenalkan budaya Paser kepada masyarakat. Ia berharap karya tersebut dapat semakin dikenal dan ditempatkan di berbagai ruang publik sebagai representasi budaya lokal.
Bahkan, ia bercita-cita agar pot bunga bermotif khas Paser tersebut dapat menghiasi kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, hingga berbagai fasilitas umum lainnya.
“Harapan kami, pot Solong Tengkalang ini bisa menjadi salah satu identitas budaya Paser yang dikenal luas dan hadir di berbagai tempat strategis,” kata Masrani.
Upaya Masrani tersebut mendapat apresiasi dari Perdana Menteri Kesultanan Paser, Aji Luqman Panji, yang hadir mewakili Sultan Paser.
Menurutnya, karya yang dihasilkan bukan hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga menjadi bagian dari ikhtiar menjaga warisan budaya daerah.
“Saya sangat mengapresiasi apa yang dilakukan. Sultan juga telah memberikan penghargaan. Apa yang diberikan dan dilakukan dengan niat baik serta diridhai Allah SWT akan menjadi nilai ibadah yang tidak akan pernah hilang,” ucapnya.
Aji Luqman menilai pelestarian budaya tidak selalu dilakukan melalui kegiatan seremonial. Karya kreatif seperti pot bunga bermotif khas daerah juga dapat menjadi media efektif dalam memperkenalkan identitas budaya kepada masyarakat yang lebih luas.
Sementara itu, Staf Ahli Bupati PPU Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM) menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni penyerahan pot bunga, melainkan wujud komitmen bersama dalam menjaga dan mengangkat kearifan lokal Paser.
“Kegiatan ini bukan sekadar seremonial penyerahan sebuah pot bunga. Lebih dari itu, ini adalah wujud nyata komitmen kita dalam menjaga, melestarikan, dan mengangkat kearifan lokal Paser sebagai identitas dan kebanggaan daerah,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa Solong Tengkalang memiliki filosofi yang mencerminkan nilai kebersamaan, ketekunan, kreativitas, serta kearifan nenek moyang dalam memanfaatkan sumber daya alam secara bijaksana.
Karena itu, pot bunga Solong Tengkalang tidak hanya bernilai estetika, tetapi juga mengandung pesan budaya yang kuat serta menjadi simbol keharmonisan hubungan manusia dengan alam.
Menurutnya, pembangunan daerah tidak cukup hanya berorientasi pada aspek fisik dan ekonomi. Nilai budaya dan tradisi lokal harus tetap menjadi fondasi dalam membangun karakter masyarakat.
“Jika kita menjaga budaya, maka sesungguhnya kita sedang menjaga jati diri daerah dan generasi masa depan,” tegasnya.
Pemerintah daerah juga berkomitmen terus mendukung pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya lokal agar mampu memberikan manfaat ekonomi sekaligus memperkuat identitas daerah.
Usai penyerahan pot bunga, kegiatan dilanjutkan dengan penanaman pohon andong ke dalam pot Solong Tengkalang sebagai simbol kepedulian terhadap lingkungan dan komitmen menjaga kelestarian budaya lokal.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Ketua II DPRD PPU Andi Muhammad Yusuf, Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan) PPU Riviana Noor, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) PPU Safwana, Ketua Lembaga Adat Paser (LAP) PPU Musa, Lurah Tanjung Tengah Asis Wanto, serta sejumlah tokoh masyarakat dan tamu undangan lainnya. (*)
Dapatkan breaking news dan berita pilihan langsung di ponselmu!
Gabung sekarang di WhatsApp Channel resmi Cahayaborneo.com:
https://whatsapp.com/channel/0029VaeJ8yD6GcGMHjr5Fk0D
Pastikan WhatsApp sudah terinstal, ya!
Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto milik CahayaBorneo.com dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta akan dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.







