PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (Pemkab PPU) resmi mengumumkan transformasi dalam penyaluran program Kartu Penajam Cerdas (KPC) untuk tahun anggaran 2025.
Program yang menjadi bagian dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) ini akan menyasar sebanyak 6.367 siswa dengan fokus utama pada siswa baru kelas 1 SD dan kelas 7 SMP guna meringankan beban ekonomi keluarga di awal tahun ajaran.
Wakil Bupati (Wabup) PPU, Abdul Waris Muin, menjelaskan bahwa prioritas bagi siswa baru diambil sebagai langkah strategis di tengah keterbatasan anggaran dan kebijakan efisiensi daerah. Menurutnya, masa awal masuk sekolah adalah periode di mana orang tua memikul beban finansial paling berat untuk memenuhi kebutuhan atribut pendidikan anak-anak mereka.
“Perubahan signifikan terlihat pada mekanisme distribusi, di mana tahun ini penyaluran dilakukan secara tunai melalui rekening masing-masing siswa dengan dukungan penuh Bank BPD Kaltimtara,” ujarnya pada Jumat (19/12/2025).
Ia juga menyatakan bahwa skema tunai dipilih untuk meminimalkan masalah kualitas barang, seperti ukuran seragam atau sepatu yang sering kali tidak sesuai jika dilakukan melalui pengadaan massal.
Dengan memegang kendali finansial secara langsung, orang tua diharapkan dapat membelikan perlengkapan sekolah yang paling nyaman dan sesuai dengan kebutuhan spesifik sang anak. Pemerintah meyakini bahwa perlengkapan yang layak merupakan faktor krusial yang berpengaruh langsung terhadap kenyamanan serta semangat belajar siswa di dalam kelas.
“Langkah ini juga dipandang sebagai komitmen Pemkab PPU untuk menyelaraskan program pendidikan dengan agenda pusat, termasuk Program Makan Bergizi Gratis,” terangnya.
Sinergi ini bertujuan untuk menciptakan ekosistem pendidikan di PPU yang memastikan anak-anak tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga merasa didukung penuh dalam fasilitas penunjang belajarnya.
Ke depannya, ia menargetkan agar birokrasi penyaluran KPC dapat dipercepat sehingga bantuan sudah diterima oleh wali murid sebelum tahun ajaran baru dimulai.
Hal ini dimaksudkan agar manfaat program terasa lebih nyata, di mana setiap siswa sudah bisa mengenakan perlengkapan baru sejak hari pertama mereka menginjakkan kaki di sekolah.
Melalui keberlanjutan program KPC selama lima tahun ke depan, Pemkab PPU optimistis dapat menghapus kendala akses pendidikan yang disebabkan oleh persoalan biaya seragam dan perlengkapan dasar.
“Inisiatif ini diposisikan sebagai investasi jangka panjang bagi Kabupaten PPU untuk mencetak sumber daya manusia unggul yang siap bersaing di masa depan,” pungkasnya. (CB/AJI).a
Reporter : Aji Yudha
Editor : Nanabq
Dapatkan breaking news dan berita pilihan langsung di ponselmu!
Gabung sekarang di WhatsApp Channel resmi Cahayaborneo.com:
https://whatsapp.com/channel/0029VaeJ8yD6GcGMHjr5Fk0D
Pastikan WhatsApp sudah terinstal, ya!
Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto milik CahayaBorneo.com dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta akan dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.







