Menu

Mode Gelap
Basuki Hadimuljono dan Jess Dutton Bahas Kolaborasi Infrastruktur Berkelanjutan untuk Ibu Kota Nusantara PUPR PPU Terkendala Pembangunan Infrastruktur di Wilayah Dekat IKN Jaga Kelestarian Lingkungan Lewat Penanaman Pohon di KIPP IKN Delegasi Sabah Kunjungi Ibu Kota Nusantara, Eksplorasi Potensi Investasi dan Kerja Sama Otorita IKN Terima Kunjungan Delegasi Pengusaha Rusia, Bahas Peluang Kerja Sama Pembangunan IKN PPU Hadapi Tantangan Ketenagakerjaan, Dorong Peningkatan Kapasitas

ADVERTORIAL DPRD PPU

Panen Padi di Desa Sidorejo, DPRD PPU Soroti Harga Gabah dan Kualitas

badge-check


					Foto: Anggota DPRD PPU, Syarifudin pada saat ditemui di kantor DPRD PPU (Dok : CahayaBorneo/DMS) Perbesar

Foto: Anggota DPRD PPU, Syarifudin pada saat ditemui di kantor DPRD PPU (Dok : CahayaBorneo/DMS)

PENAJAM – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menyoroti harga gabah padi yang ditetapkan sebesar Rp6.500 per kilogram, sesuai dengan kualitas gabah. Hal ini menjadi perhatian anggota DPRD PPU, Syarifudin. 

Ia menyampaikan bahwa bulan ini Desa Sidorejo akan memasuki masa panen padi, oleh karena itu pemerintah berharap kepada para petani sebagaimana komitmen presiden untuk membeli gabah padi ini dengan nominal uang sebesar Rp6.500

“Alhamdulillah, pemerintah dalam hal berkomitmen dengan membeli gabah petani, akan tetapi tidak sama rata, karena melihat dari kualitas gabah bagus atau tidak,” ujarnya, Kamis (20/3/2025).

Sesuai dengan arahan presiden, bahwa tetap dijaga komitmennya, akan tetapi tetapi sesuai kualitas gabahnya. Lebih lanjut, penyebab padi atau gabah kita kurang bagus dikarenakan masih mengandalkan tadah hujan.

“Karena daerah kita ini bukan seperti daerah di pulau Jawa atau sulawesi yang memiliki daerah pegunungan yang banyak, jadi tidak mengandalkan tadah hujan,” katanya.

Untuk itu, pemerintah mencari solusi dengan cara menyediakan stok air dalam musim kemarau atau musim musim lainnya. Ada rencana dari sungai Muara Telake, akan tetapi kata dia, sampai saat ini belum ada perencanaan.

Lebih lanjut, Syarifudin mengetahui bahwa pada saat pemerintahan yang masih dipimpin oleh Mulyono proses lelang terkait dengan penyaluran air dari sungai Muara Telake sudah terlaksanakan.

“Padahal ini bisa menjadi solusi, daripada halnya pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang bisa mencapai ratusan triliun, coba saja disini dikasih juga anggarannya untuk pembangunan segala infrastruktur dan lainnya untuk PPU,” harapnya. (ADV/CB/AJI)

Tim Redaksi CahayaBorneo.com

Facebook Comments Box
PERINGATAN:
Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto milik CahayaBorneo.com dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta akan dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

Baca Lainnya

Peringatan HKG PKK Ke-54, Bupati PPU Launching Website, SIM PKK, SIM Posyandu dan Batik PKK

22 Juli 2026 - 16:26 WITA

SPPD Harus Hasilkan Solusi, Bukan Sekadar Perjalanan Dinas

22 Juli 2026 - 15:24 WITA

Kembangkan Program CSR yang Inovatif dan Berdampak, PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur Terima Penghargaan dari Pemkab Penajam Paser Utara

22 Juli 2026 - 02:06 WITA

Pria Ditemukan Meninggal di Kamar Kos Petung, BPBD PPU Lakukan Evakuasi

20 Juli 2026 - 23:30 WITA

Respons Cepat Call Center 110, Polres PPU Bersama BPBD dan Damkar Berhasil Padamkan Kebakaran Bangunan di Petung

18 Juli 2026 - 11:56 WITA

Trending di PENAJAM PASER UTARA