Menu

Mode Gelap
Basuki Hadimuljono dan Jess Dutton Bahas Kolaborasi Infrastruktur Berkelanjutan untuk Ibu Kota Nusantara PUPR PPU Terkendala Pembangunan Infrastruktur di Wilayah Dekat IKN Jaga Kelestarian Lingkungan Lewat Penanaman Pohon di KIPP IKN Delegasi Sabah Kunjungi Ibu Kota Nusantara, Eksplorasi Potensi Investasi dan Kerja Sama Otorita IKN Terima Kunjungan Delegasi Pengusaha Rusia, Bahas Peluang Kerja Sama Pembangunan IKN PPU Hadapi Tantangan Ketenagakerjaan, Dorong Peningkatan Kapasitas

Advertorial

Pemkab PPU Gandeng TNI Tingkatkan Infrastruktur Irigasi untuk Sektor Pertanian

badge-check


					foto : Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian (Distan) PPU, Gunawan, pada saat ditemui di kantornya (Dok : CahayaBorneo/AJI) Perbesar

foto : Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian (Distan) PPU, Gunawan, pada saat ditemui di kantornya (Dok : CahayaBorneo/AJI)

PENAJAM— Sebuah gebrakan strategis dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) dalam upaya mendongkrak sektor pertanian di wilayahnya. Guna merealisasikan target ambisius peningkatan Indeks Pertanaman (IP) dari 1,7 menjadi 2,5 yang dicanangkan pemerintah pusat.

Pemkab PPU menggandeng Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk terlibat aktif dalam pembangunan infrastruktur irigasi secara masif. Langkah kolaboratif ini diharapkan mampu mendekatkan sumber air secara efektif ke ribuan hektare lahan pertanian yang tersebar di PPU.

Inisiatif pembangunan infrastruktur irigasi ini mendapatkan dukungan penuh melalui kucuran dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Alokasi anggaran yang signifikan ini akan dimanfaatkan secara optimal untuk membenahi dan membangun jaringan irigasi yang menjangkau total area pertanian seluas 5.986 hektare.

Setiap satu hektare lahan pertanian yang tergarap dalam program ini akan menerima bantuan dana sebesar Rp4,5 juta, yang akan digunakan untuk berbagai keperluan konstruksi dan penunjang irigasi.

Langkah proaktif Pemkab PPU ini dilatarbelakangi oleh keinginan kuat untuk meningkatkan produktivitas lahan pertanian secara berkelanjutan. Selama ini, para petani di PPU masih sangat bergantung pada Bendungan Gerak Telake sebagai sumber air utama. Namun, realisasi proyek bendungan tersebut hingga kini belum menemui titik terang.

Oleh karena itu, pembangunan jaringan irigasi yang lebih terdistribusi dan menjangkau berbagai wilayah dianggap sebagai solusi yang lebih cepat dan efektif untuk mengatasi permasalahan ketersediaan air bagi pertanian.

Dalam implementasinya, pekerjaan konstruksi irigasi ini akan diemban langsung oleh personel TNI. Keterlibatan Korps Baret Merah ini meliputi berbagai kegiatan fisik yang krusial bagi kelancaran distribusi air ke lahan-lahan pertanian.

Beberapa pekerjaan yang akan dilaksanakan antara lain pembangunan tanggul-tanggul penahan air, rehabilitasi jembatan-jembatan yang menjadi bagian dari saluran irigasi, penggalian sedimen yang menghambat aliran air, pembersihan parit-parit irigasi dari berbagai sumbatan, serta pekerjaan fisik lainnya yang mendukung terciptanya sistem irigasi yang handal.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian (Distan) PPU, Gunawan, menegaskan bahwa pelibatan TNI dalam proyek strategis ini merupakan wujud nyata dari sinergi yang kuat antar instansi pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan di tingkat daerah dan nasional. Kehadiran TNI diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan terhadap efisiensi dan ketepatan sasaran pelaksanaan proyek di lapangan.

“Dengan melibatkan TNI, kami memiliki keyakinan yang tinggi bahwa pelaksanaan pembangunan irigasi di lapangan akan berjalan lebih cepat, lebih efisien, dan tepat sasaran. Pengalaman TNI dalam berbagai proyek pembangunan di daerah lain menjadi modal berharga bagi kesuksesan program ini,” ungkapnya pada Selasa (08/4).

Ia menambahkan bahwa peningkatan IP yang ditargetkan akan memberikan dampak langsung pada peningkatan frekuensi tanam dalam setahun, yang pada akhirnya akan berujung pada peningkatan hasil produksi pangan para petani di PPU. Dalam perspektif jangka panjang, upaya ini diharapkan mampu memperkokoh fondasi ketahanan pangan di tingkat daerah dan berkontribusi signifikan pada ketahanan pangan nasional.

Lebih lanjut, Gunawan menjelaskan bahwa upaya peningkatan produktivitas pertanian di PPU tidak hanya terbatas pada pembangunan infrastruktur fisik semata. Pihaknya juga telah menyiapkan program pendampingan teknis yang komprehensif bagi para petani.

Program ini bertujuan untuk membekali petani dengan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk mengoptimalkan pemanfaatan sistem irigasi yang baru dibangun. Edukasi dan pelatihan mengenai pengelolaan air yang efisien, teknik bercocok tanam yang modern, serta pemeliharaan infrastruktur irigasi akan menjadi bagian integral dari program pendukung ini.

“Fokus kita tidak hanya pada pembangunan konstruksi irigasi, tetapi juga pada pemberdayaan petani agar mereka mampu mengelola sumber daya air dengan baik. Tujuan akhir dari seluruh upaya ini adalah untuk menciptakan lahan pertanian yang lebih produktif dan meningkatkan kesejahteraan para petani di PPU,” pungkasnya. (ADV/CB/AJI)

Tim Redaksi CahayaBorneo.com

Facebook Comments Box
PERINGATAN:
Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto milik CahayaBorneo.com dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta akan dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

Baca Lainnya

Peringatan HKG PKK Ke-54, Bupati PPU Launching Website, SIM PKK, SIM Posyandu dan Batik PKK

22 Juli 2026 - 16:26 WITA

SPPD Harus Hasilkan Solusi, Bukan Sekadar Perjalanan Dinas

22 Juli 2026 - 15:24 WITA

Kembangkan Program CSR yang Inovatif dan Berdampak, PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur Terima Penghargaan dari Pemkab Penajam Paser Utara

22 Juli 2026 - 02:06 WITA

Pria Ditemukan Meninggal di Kamar Kos Petung, BPBD PPU Lakukan Evakuasi

20 Juli 2026 - 23:30 WITA

Respons Cepat Call Center 110, Polres PPU Bersama BPBD dan Damkar Berhasil Padamkan Kebakaran Bangunan di Petung

18 Juli 2026 - 11:56 WITA

Trending di PENAJAM PASER UTARA