Menu

Mode Gelap
Basuki Hadimuljono dan Jess Dutton Bahas Kolaborasi Infrastruktur Berkelanjutan untuk Ibu Kota Nusantara PUPR PPU Terkendala Pembangunan Infrastruktur di Wilayah Dekat IKN Jaga Kelestarian Lingkungan Lewat Penanaman Pohon di KIPP IKN Delegasi Sabah Kunjungi Ibu Kota Nusantara, Eksplorasi Potensi Investasi dan Kerja Sama Otorita IKN Terima Kunjungan Delegasi Pengusaha Rusia, Bahas Peluang Kerja Sama Pembangunan IKN PPU Hadapi Tantangan Ketenagakerjaan, Dorong Peningkatan Kapasitas

ADVERTORIAL KOMINFO PPU

Lestarikan Budaya Lewat Festival Tahunan Belian Adat Paser Nondoi

badge-check


					Penjabat (Pj) Bupati PPU, Muhammad Zainal Arifin pada saat penutupan Festival Nondoi tahunan. (Dok: CahayaBorneo/AJI) Perbesar

Penjabat (Pj) Bupati PPU, Muhammad Zainal Arifin pada saat penutupan Festival Nondoi tahunan. (Dok: CahayaBorneo/AJI)

PENAJAM- Sebagai bentuk pelestarian adat turun-temurun, Benuo Taka kembali mengadakan festival Belian adat Paser Nondoi 2024. Nondoi adalah sebuah ritual adat yang punya filosofis ‘bersih-bersih kampung’, kegiatan ini telah dilakukan leluhur suku Paser sejak dahulu, hingga sekarang dijadikan festival tahunan oleh Pemerintah Penajam Paser Utara (PPU).

Berlangsung selama enam hari, sejak tanggal 28 Oktober hingga 2 November 2024, perayaan tersebut telah resmi ditutup dengan meriah di rumah adat Paser Kuta Rekan Tatau. Perayaan tahunan ini sukses menyatukan masyarakat dalam melestarikan warisan budaya leluhur.

Penjabat (Pj) Bupati PPU, Muhammad Zainal Arifin, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas suksesnya penyelenggaraan Festival Nondoi tahun ini. Menurutnya, rangkaian acara yang berlangsung dengan lancar menunjukkan antusiasme masyarakat dalam menjaga kelestarian budaya.

“Dengan adanya festival ini, kita semua dapat merasakan langsung bagaimana masyarakat kita terus berupaya melestarikan adat istiadat yang telah diwariskan oleh nenek moyang kita,” ujar Zainal. Senin ( 04/11/2024).

Lebih lanjut, Pj Bupati berharap agar semangat pelestarian budaya ini dapat terus terjaga dan diwariskan kepada generasi muda.

“Kita semua berharap agar budaya yang telah kita lestarikan selama ini dapat terus menjaga perilaku dan nilai-nilai luhur masyarakat, meskipun di tengah perkembangan zaman yang semakin modern,” tambahnya.

Agar mendapat antusias yang besar dari masyarakat, Festival Nondoi 2024 tidak hanya jadi ajang pelestarian budaya tapi juga menyajikan berbagai rangkaian acara yang menarik, mulai dari pertunjukan seni tradisional, lomba-lomba khas daerah, hingga pameran produk UMKM. (ADV/CB/AJI)

Tim Redaksi CahayaBorneo.com

Facebook Comments Box
PERINGATAN:
Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto milik CahayaBorneo.com dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta akan dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

Baca Lainnya

Peringatan HKG PKK Ke-54, Bupati PPU Launching Website, SIM PKK, SIM Posyandu dan Batik PKK

22 Juli 2026 - 16:26 WITA

SPPD Harus Hasilkan Solusi, Bukan Sekadar Perjalanan Dinas

22 Juli 2026 - 15:24 WITA

Kembangkan Program CSR yang Inovatif dan Berdampak, PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur Terima Penghargaan dari Pemkab Penajam Paser Utara

22 Juli 2026 - 02:06 WITA

Pria Ditemukan Meninggal di Kamar Kos Petung, BPBD PPU Lakukan Evakuasi

20 Juli 2026 - 23:30 WITA

Respons Cepat Call Center 110, Polres PPU Bersama BPBD dan Damkar Berhasil Padamkan Kebakaran Bangunan di Petung

18 Juli 2026 - 11:56 WITA

Trending di PENAJAM PASER UTARA