Menu

Mode Gelap
Basuki Hadimuljono dan Jess Dutton Bahas Kolaborasi Infrastruktur Berkelanjutan untuk Ibu Kota Nusantara PUPR PPU Terkendala Pembangunan Infrastruktur di Wilayah Dekat IKN Jaga Kelestarian Lingkungan Lewat Penanaman Pohon di KIPP IKN Delegasi Sabah Kunjungi Ibu Kota Nusantara, Eksplorasi Potensi Investasi dan Kerja Sama Otorita IKN Terima Kunjungan Delegasi Pengusaha Rusia, Bahas Peluang Kerja Sama Pembangunan IKN PPU Hadapi Tantangan Ketenagakerjaan, Dorong Peningkatan Kapasitas

DAERAH

Pj Bupati PPU Imbau Kewaspadaan Masyarakat Terhadap Makanan Berbahaya

badge-check


					Pj Bupati PPU, Muhammad Zainal Arifin pada saat kegiatan di Dinkes PPU. (Dok : CahayaBorneo/AJI) Perbesar

Pj Bupati PPU, Muhammad Zainal Arifin pada saat kegiatan di Dinkes PPU. (Dok : CahayaBorneo/AJI)

PENAJAM– Penjabat (Pj) Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Muhammad Zainal Arifin, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap makanan yang mengandung zat berbahaya.

Imbauan ini disampaikan menyusul adanya temuan makanan asal Cina yang mengandung zat berbahaya yang beredar di wilayah Balikpapan.

“Kita tidak boleh lengah. Selain memperhatikan kebersihan lingkungan, kita juga harus memperhatikan asupan makanan kita, terutama makanan yang dikonsumsi oleh anak-anak,” tegas Zainal Jumat (15/11/2024).

Beliau menekankan pentingnya pengawasan terhadap makanan yang dikonsumsi di lingkungan keluarga dan sekolah.

“Orang tua harus lebih selektif dalam memilih makanan untuk anak-anak mereka. Kita perlu memperhatikan jenis makanan yang dijual di sekitar sekolah dan memastikan bahwa makanan tersebut aman untuk dikonsumsi,” ujarnya.

Zainal juga menggarisbawahi pentingnya edukasi kesehatan bagi masyarakat.

“Tidak semua orang memahami tentang bahaya makanan yang mengandung zat berbahaya. Oleh karena itu, kita perlu melakukan sosialisasi secara masif kepada masyarakat, terutama kepada anak-anak sekolah,” tambah beliau.

Dengan mengadakan berbagai kegiatan edukasi kesehatan, seperti penyuluhan, pembuatan poster, dan distribusi leaflet. Tujuannya adalah agar masyarakat dapat membedakan makanan yang aman dan tidak aman.

Pj Bupati PPU berharap dengan adanya upaya-upaya tersebut, masyarakat dapat lebih waspada terhadap makanan yang berpotensi membahayakan kesehatan.

“Kesehatan adalah aset yang paling berharga. Mari kita jaga bersama dengan mengonsumsi makanan yang sehat dan aman,” pungkasnya. (ADV/CB/AJI)

Tim Redaksi CahayaBorneo.com

Facebook Comments Box
PERINGATAN:
Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto milik CahayaBorneo.com dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta akan dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

Baca Lainnya

Peringatan HKG PKK Ke-54, Bupati PPU Launching Website, SIM PKK, SIM Posyandu dan Batik PKK

22 Juli 2026 - 16:26 WITA

SPPD Harus Hasilkan Solusi, Bukan Sekadar Perjalanan Dinas

22 Juli 2026 - 15:24 WITA

Kembangkan Program CSR yang Inovatif dan Berdampak, PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur Terima Penghargaan dari Pemkab Penajam Paser Utara

22 Juli 2026 - 02:06 WITA

Pria Ditemukan Meninggal di Kamar Kos Petung, BPBD PPU Lakukan Evakuasi

20 Juli 2026 - 23:30 WITA

Respons Cepat Call Center 110, Polres PPU Bersama BPBD dan Damkar Berhasil Padamkan Kebakaran Bangunan di Petung

18 Juli 2026 - 11:56 WITA

Trending di PENAJAM PASER UTARA