Menu

Mode Gelap
Basuki Hadimuljono dan Jess Dutton Bahas Kolaborasi Infrastruktur Berkelanjutan untuk Ibu Kota Nusantara PUPR PPU Terkendala Pembangunan Infrastruktur di Wilayah Dekat IKN Jaga Kelestarian Lingkungan Lewat Penanaman Pohon di KIPP IKN Delegasi Sabah Kunjungi Ibu Kota Nusantara, Eksplorasi Potensi Investasi dan Kerja Sama Otorita IKN Terima Kunjungan Delegasi Pengusaha Rusia, Bahas Peluang Kerja Sama Pembangunan IKN PPU Hadapi Tantangan Ketenagakerjaan, Dorong Peningkatan Kapasitas

Advertorial

POPDA XVII: PPU Jadi Tuan Rumah, Namun Terganjal Keterbatasan Fasilitas dan Anggaran

badge-check


					Foto: Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) PPU, Nursabtaningsih (Dok: CahayaBorneo/AJI) Perbesar

Foto: Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) PPU, Nursabtaningsih (Dok: CahayaBorneo/AJI)

PENAJAM — Penunjukan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XVII menuai sorotan. Meskipun ajang yang akan digelar pada 2–9 Oktober 2025 ini menjadi kebanggaan, persiapan PPU terbentur oleh sejumlah kendala serius, terutama terkait keterbatasan fasilitas dan masalah anggaran.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) PPU, Nursabtaningsih, mengakui bahwa PPU tidak dapat menampung seluruh cabang olahraga yang dipertandingkan. Dari 16 cabor, dua di antaranya terpaksa dialihkan ke daerah lain karena ketiadaan sarana yang memadai.

“Cabor renang akan dilaksanakan di Kutai Kartanegara, sementara senam harus dipusatkan di Samarinda,” jelasnya pada Kamis (21/8/2025).

Selain itu, PPU juga menghadapi masalah internal. Meskipun berperan sebagai tuan rumah, mereka tidak akan mengirimkan atlet di dua cabor, yaitu judo dan karate, karena ketiadaan atlet lokal yang mumpuni.

“Kami tidak berpartisipasi karena belum memiliki atlet dari daerah sendiri,” tambahnya.

Tumpang Tindih Kewenangan dan Masalah Anggaran

Permasalahan lain yang mencuat adalah ketidakjelasan dalam alokasi anggaran. Meskipun PPU bertugas menyiapkan fasilitas dan teknis pelaksanaan, Nursabtaningsih menyebut anggaran utama ditanggung oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Hal ini menimbulkan ketidakpastian.

“Kami sempat mengusulkan penambahan anggaran, tapi harus diklarifikasi lagi dengan Disdikpora provinsi. Kami hanya pelaksana lokal,” ungkapnya.

POPDA XVII ini diharapkan menjadi momentum seleksi atlet pelajar terbaik Kaltim. Namun, dengan segala keterbatasan dan tantangan yang ada, pertanyaan muncul mengenai kesiapan PPU untuk menggelar ajang olahraga sebesar ini (ADVDisdikpora/CB/AJI)

Reporter   : Aji Yudha

Editor        : Nanabq

Dapatkan breaking news dan berita pilihan langsung di ponselmu!
Gabung sekarang di WhatsApp Channel resmi Cahayaborneo.com:
https://whatsapp.com/channel/0029VaeJ8yD6GcGMHjr5Fk0D
Pastikan WhatsApp sudah terinstal, ya!

Facebook Comments Box
PERINGATAN:
Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto milik CahayaBorneo.com dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta akan dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

Baca Lainnya

Peringatan HKG PKK Ke-54, Bupati PPU Launching Website, SIM PKK, SIM Posyandu dan Batik PKK

22 Juli 2026 - 16:26 WITA

SPPD Harus Hasilkan Solusi, Bukan Sekadar Perjalanan Dinas

22 Juli 2026 - 15:24 WITA

Kembangkan Program CSR yang Inovatif dan Berdampak, PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur Terima Penghargaan dari Pemkab Penajam Paser Utara

22 Juli 2026 - 02:06 WITA

Pria Ditemukan Meninggal di Kamar Kos Petung, BPBD PPU Lakukan Evakuasi

20 Juli 2026 - 23:30 WITA

Respons Cepat Call Center 110, Polres PPU Bersama BPBD dan Damkar Berhasil Padamkan Kebakaran Bangunan di Petung

18 Juli 2026 - 11:56 WITA

Trending di PENAJAM PASER UTARA