Menu

Mode Gelap
Basuki Hadimuljono dan Jess Dutton Bahas Kolaborasi Infrastruktur Berkelanjutan untuk Ibu Kota Nusantara PUPR PPU Terkendala Pembangunan Infrastruktur di Wilayah Dekat IKN Jaga Kelestarian Lingkungan Lewat Penanaman Pohon di KIPP IKN Delegasi Sabah Kunjungi Ibu Kota Nusantara, Eksplorasi Potensi Investasi dan Kerja Sama Otorita IKN Terima Kunjungan Delegasi Pengusaha Rusia, Bahas Peluang Kerja Sama Pembangunan IKN PPU Hadapi Tantangan Ketenagakerjaan, Dorong Peningkatan Kapasitas

DAERAH

PPU Alami Fluktuasi Harga Pangan, Imbas Cuaca Ekstrem dan Faktor Produksi

badge-check


					Kepala Bidang Perdagangan KUKM Perindag PPU, Marlina, pada saat wawancara di kantornya (Dok : Istimewa) Perbesar

Kepala Bidang Perdagangan KUKM Perindag PPU, Marlina, pada saat wawancara di kantornya (Dok : Istimewa)

PENAJAM– Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (KUKM Perindag) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) melaporkan adanya fluktuasi harga pada sejumlah komoditas pangan di wilayah tersebut. Kenaikan dan penurunan harga ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, terutama kondisi cuaca dan produksi di daerah asal komoditas.

Kepala Bidang Perdagangan KUKM Perindag PPU, Marlina, menjelaskan bahwa salah satu penyebab utama kenaikan harga adalah faktor cuaca.

“Musim hujan yang berkepanjangan dapat menyebabkan gagal panen di beberapa daerah penghasil komoditas. Selain itu, bencana alam seperti banjir juga bisa mengganggu proses produksi pertanian,” ujar Marlina. Jumat (22/11/2024).

Meskipun terjadi kenaikan harga, Marlina memastikan bahwa kenaikan tersebut tidak terlalu signifikan.

“Kenaikan harga rata-rata hanya sekitar R 1.000 per kilogram. Misalnya, harga bawang merah yang semula Rp 40 ribu per kilogram, kini menjadi Rp 42 ribu per kilogram,” jelasnya.

Marlina juga menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten PPU telah mengantisipasi adanya fluktuasi harga pangan.

“Kami telah melakukan berbagai upaya untuk menjaga stabilitas harga, seperti memantau pasokan dan distribusi barang, serta berkoordinasi dengan para pedagang,” ujarnya.

Meskipun terjadi kenaikan harga pada beberapa komoditas, Marlina memastikan bahwa ketersediaan pangan di PPU masih terjamin.

“Meskipun harga sedikit naik, namun masyarakat masih dapat mengakses pangan yang mereka butuhkan. Hal ini dikarenakan jumlah penduduk PPU yang tidak terlalu banyak sehingga kebutuhan pangan masih dapat terpenuhi,” jelasnya.

Marlina juga menyebutkan bahwa komoditas seperti beras masih cukup tersedia di pasaran.

“Untuk komoditas pokok seperti beras, ketersediaannya masih aman. Kami akan terus memantau perkembangan harga dan ketersediaan pangan untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses yang mudah terhadap bahan pokok,” pungkasnya. (ADV/CB/AJI)

Tim Redaksi CahayaBorneo.com

Facebook Comments Box
PERINGATAN:
Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto milik CahayaBorneo.com dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta akan dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

Baca Lainnya

Peringatan HKG PKK Ke-54, Bupati PPU Launching Website, SIM PKK, SIM Posyandu dan Batik PKK

22 Juli 2026 - 16:26 WITA

SPPD Harus Hasilkan Solusi, Bukan Sekadar Perjalanan Dinas

22 Juli 2026 - 15:24 WITA

Kembangkan Program CSR yang Inovatif dan Berdampak, PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur Terima Penghargaan dari Pemkab Penajam Paser Utara

22 Juli 2026 - 02:06 WITA

Pria Ditemukan Meninggal di Kamar Kos Petung, BPBD PPU Lakukan Evakuasi

20 Juli 2026 - 23:30 WITA

Respons Cepat Call Center 110, Polres PPU Bersama BPBD dan Damkar Berhasil Padamkan Kebakaran Bangunan di Petung

18 Juli 2026 - 11:56 WITA

Trending di PENAJAM PASER UTARA