ACEH TENGAH – Selama tiga minggu penuh, prajurit Yonzipur 17/AD jajaran Kodam VI/Mulawarman melaksanakan pembangunan jembatan darurat Sungai Kala Ili sebagai akses vital yang menghubungkan lima desa, yakni Desa Linge, Kute Reje, Delung Sekinel, Jamat, dan Reje Payung, Rabu (25/02/2026). Sebanyak 30 personel dipimpin Letda Czi Taufiq bersinergi dengan unsur BNPB, bekerja tanpa kenal lelah untuk membuka kembali keterisolasian wilayah akibat banjir dan tanah longsor yang melanda selama tiga bulan terakhir.
Sebelumnya, masyarakat hanya mengandalkan jembatan apung darurat yang terbatas untuk kendaraan roda dua. Kini, berkat dedikasi dan profesionalisme prajurit Zeni, jembatan darurat Kala Ili telah dapat dilalui kendaraan roda empat, sehingga status terisolir lima desa tersebut resmi berakhir.
Semangat gotong royong dan kemanunggalan TNI dengan rakyat menjadi kekuatan utama dalam setiap tahapan pembangunan. Prajurit Yonzipur 17/AD bersama unsur BNPB dan dukungan masyarakat setempat bahu-membahu memastikan proses pengerjaan berjalan aman, cepat, dan tepat sasaran. Kehadiran jembatan darurat ini tidak hanya membuka akses transportasi dan memperlancar distribusi bantuan, tetapi juga memulihkan aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pelayanan kesehatan masyarakat.
Kapendam VI/Mulawarman, Kolonel Inf Gatot Teguh Waluyo, dalam keterangannya menyampaikan bahwa pembangunan jembatan darurat tersebut merupakan wujud nyata komitmen TNI AD dalam membantu mengatasi kesulitan masyarakat di wilayah terdampak bencana.

Foto: Prajurit Yonzipur 17/AD bersama unsur BNPB membangun jembatan darurat di Sungai Kala Ili, Aceh Tengah, guna membuka kembali akses lima desa yang terisolir akibat banjir dan tanah longsor. (Dok. Pendam VI/Mlw)
“Keberadaan prajurit di tengah masyarakat harus memberikan solusi dan harapan. Apa yang dilakukan Yonzipur 17/AD ini adalah implementasi nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Kami akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh komponen bangsa untuk memastikan masyarakat dapat kembali beraktivitas secara normal,” tegasnya.
TNI AD jajaran Kodam VI/Mulawarman akan senantiasa hadir di setiap medan pengabdian, menjawab kesulitan rakyat dengan tindakan nyata. Dengan jiwa korsa, disiplin, dan loyalitas tanpa batas, prajurit Zeni terus menjadi garda terdepan dalam membantu pemerintah daerah dan masyarakat demi terwujudnya kesejahteraan serta ketahanan wilayah.
Pendam VI/Mlw | Editor: Redaksi CB Media
Dapatkan breaking news dan berita pilihan langsung di ponselmu!
Gabung sekarang di WhatsApp Channel resmi Cahayaborneo.com:
https://whatsapp.com/channel/0029VaeJ8yD6GcGMHjr5Fk0D
Pastikan WhatsApp sudah terinstal, ya!
Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto milik CahayaBorneo.com dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta akan dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.







