Menu

Mode Gelap
Basuki Hadimuljono dan Jess Dutton Bahas Kolaborasi Infrastruktur Berkelanjutan untuk Ibu Kota Nusantara PUPR PPU Terkendala Pembangunan Infrastruktur di Wilayah Dekat IKN Jaga Kelestarian Lingkungan Lewat Penanaman Pohon di KIPP IKN Delegasi Sabah Kunjungi Ibu Kota Nusantara, Eksplorasi Potensi Investasi dan Kerja Sama Otorita IKN Terima Kunjungan Delegasi Pengusaha Rusia, Bahas Peluang Kerja Sama Pembangunan IKN PPU Hadapi Tantangan Ketenagakerjaan, Dorong Peningkatan Kapasitas

KALTARA

Sekprov Kaltara Tekankan Efisiensi Belanja dan Percepatan Program Prioritas

badge-check


					Foto Caption:
Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Utara, Denny Harianto, membuka Rapat Koordinasi Pengendalian (Rakordal) Pelaksanaan Pembangunan Provinsi Kalimantan Utara Tahun Anggaran 2026 di Ruang Serbaguna Gedung Gabungan Dinas, Tanjung Selor, Rabu (5/8). Rakordal menjadi forum evaluasi capaian pembangunan sekaligus penyusunan strategi percepatan program prioritas daerah. (DOK: DKISP) Perbesar

Foto Caption: Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Utara, Denny Harianto, membuka Rapat Koordinasi Pengendalian (Rakordal) Pelaksanaan Pembangunan Provinsi Kalimantan Utara Tahun Anggaran 2026 di Ruang Serbaguna Gedung Gabungan Dinas, Tanjung Selor, Rabu (5/8). Rakordal menjadi forum evaluasi capaian pembangunan sekaligus penyusunan strategi percepatan program prioritas daerah. (DOK: DKISP)

TANJUNG SELOR – Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Denny Harianto, menginstruksikan seluruh perangkat daerah agar memfokuskan penggunaan anggaran pada program-program prioritas yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Arahan tersebut disampaikan saat membuka Rapat Koordinasi Pengendalian (Rakordal) Pelaksanaan Pembangunan Provinsi Kalimantan Utara Tahun Anggaran 2026 yang digelar di Ruang Serbaguna Gedung Gabungan Dinas, Tanjung Selor, Rabu (5/8).

Dalam sambutannya, Denny menegaskan bahwa Rakordal bukan sekadar agenda rutin untuk membahas realisasi anggaran, melainkan forum strategis guna mengevaluasi capaian pembangunan, mengidentifikasi berbagai kendala, sekaligus menyusun langkah percepatan pelaksanaan program di tengah tantangan kondisi fiskal daerah.

“Kita berkumpul untuk melihat secara objektif sejauh mana target capaian program kerja, hambatan utama, dan penyelesaiannya di tengah kondisi fiskal daerah saat ini,” ujarnya.

Ia menginstruksikan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) melakukan pengetatan terhadap belanja operasional yang tidak menjadi prioritas. Langkah efisiensi tersebut meliputi pembatasan perjalanan dinas, kegiatan seremonial, hingga belanja barang dan jasa yang tidak berkaitan langsung dengan pencapaian indikator kinerja utama.

Menurutnya, anggaran daerah harus diarahkan untuk mendukung program-program yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat, seperti penanganan stunting, pengentasan kemiskinan ekstrem, peningkatan kualitas pendidikan, pelayanan kesehatan, serta pembangunan infrastruktur dasar.

Selain itu, Denny meminta setiap perangkat daerah menerapkan prinsip value for money dengan memastikan setiap rupiah anggaran mampu menghasilkan keluaran, manfaat, dan dampak yang terukur.

“Hentikan program yang sifatnya hanya mengulang rutinitas dan tanpa memberi nilai tambah bagi publik,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Denny juga meminta Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida), Inspektorat, serta Biro Administrasi Pembangunan Provinsi Kaltara untuk memperkuat fungsi pengendalian, evaluasi, dan pengawasan terhadap pelaksanaan pembangunan.

Seluruh kepala perangkat daerah juga diminta lebih responsif terhadap hasil evaluasi, melakukan mitigasi risiko sejak dini terhadap program yang berpotensi mengalami keterlambatan, serta mulai menjajaki berbagai sumber pembiayaan di luar APBD.

Sumber pendanaan alternatif yang dapat dimanfaatkan antara lain pendanaan iklim, program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), maupun dukungan dari kementerian dan lembaga.

Menutup arahannya, Denny optimistis berbagai tantangan fiskal dapat dihadapi melalui penghematan yang disiplin, perencanaan yang matang, serta pengawasan yang kuat sehingga pembangunan di Kalimantan Utara tetap berjalan secara optimal, berkualitas, dan memiliki daya saing tinggi. (*)

Editor: Redaksi CB Media

Dapatkan breaking news dan berita pilihan langsung di ponselmu!
Gabung sekarang di WhatsApp Channel resmi Cahayaborneo.com:
https://whatsapp.com/channel/0029VaeJ8yD6GcGMHjr5Fk0D
Pastikan WhatsApp sudah terinstal, ya! 

Facebook Comments Box
PERINGATAN:
Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto milik CahayaBorneo.com dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta akan dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

Baca Lainnya

Wagub Kaltara Resmikan Benuanta Economic Forum 2026, Fokus Penguatan Ekonomi dan Investasi

4 Agustus 2026 - 21:51 WITA

Kaltara dan Sabah Perkuat Kerja Sama Perbatasan di Sidang SOSEK MALINDO ke-28

30 Juli 2026 - 23:51 WITA

Pemprov Kaltara Susun RAD Kelanjutusiaan untuk Perkuat Perlindungan dan Kesejahteraan Lansia

30 Juli 2026 - 09:47 WITA

LPTQ Kaltara Tegaskan Seleksi MTQN 2026 Transparan, Penetapan Peserta Berdasarkan Hasil Penilaian

30 Juli 2026 - 09:04 WITA

TP-PKK Kaltara Dorong Pencegahan Stunting Lewat Bantuan Gizi untuk Ibu Hamil

29 Juli 2026 - 13:09 WITA

Trending di KALTARA