Menu

Mode Gelap
Basuki Hadimuljono dan Jess Dutton Bahas Kolaborasi Infrastruktur Berkelanjutan untuk Ibu Kota Nusantara PUPR PPU Terkendala Pembangunan Infrastruktur di Wilayah Dekat IKN Jaga Kelestarian Lingkungan Lewat Penanaman Pohon di KIPP IKN Delegasi Sabah Kunjungi Ibu Kota Nusantara, Eksplorasi Potensi Investasi dan Kerja Sama Otorita IKN Terima Kunjungan Delegasi Pengusaha Rusia, Bahas Peluang Kerja Sama Pembangunan IKN PPU Hadapi Tantangan Ketenagakerjaan, Dorong Peningkatan Kapasitas

PERTANIAN

Stok Pupuk Bersubsidi di PPU Dipastikan Aman untuk Tahun Anggaran 2026

badge-check


					Foto : Kepala Distan PPU, Andi Trasodiharto, lada saat ditemui diruangannya, (Dok : CahayaBorneo/AJI). Perbesar

Foto : Kepala Distan PPU, Andi Trasodiharto, lada saat ditemui diruangannya, (Dok : CahayaBorneo/AJI).

PENAJAM — Dinas Pertanian Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) memastikan ketersediaan stok pupuk bersubsidi bagi petani aman dan terpenuhi untuk tahun anggaran 2026 guna mendukung ketahanan pangan daerah.

Kepastian ini menjadi angin segar, terutama bagi para petani yang berada di wilayah lumbung pangan yang tersebar di sepanjang wilayah PPU.

Pemerintah telah menyiapkan dua jenis pupuk utama untuk mendukung produktivitas lahan, yakni pupuk Urea dan pupuk organik.

Meski keduanya tersedia, pihak dinas mencatat adanya kecenderungan di mana sebagian besar petani di PPU masih belum maksimal dalam memanfaatkan jenis pupuk organik bersubsidi tersebut.

Kepala Distan PPU, Andi Trasodiharto, menegaskan bahwa seluruh alokasi pupuk bersubsidi ini telah diatur sedemikian rupa agar tersebar secara merata. Langkah ini diambil guna memastikan tidak ada ketimpangan distribusi di antara para kelompok tani yang ada di berbagai kecamatan.

“Kami akan kembali turun ke lapangan untuk mengawal proses distribusi seluruh pupuk bersubsidi ini. Fokus utama kami adalah memastikan pupuk sampai ke tangan petani yang berhak tepat pada waktunya,” ujar Andi saat memberikan keterangan pada Rabu (4/2/2026).

Lebih lanjut, Andi menekankan pentingnya prinsip “Tepat Sasaran dan Tepat Dosis” dalam penggunaan pupuk. Beliau meyakini bahwa jika manajemen distribusi dan pengaplikasian dosis dilakukan dengan benar.

Harapannya, angka produksi pertanian di Kabupaten PPU akan mengalami peningkatan yang signifikan. Menutup keterangannya, Andi menyatakan optimismenya terhadap sistem penyaluran saat ini.

“Kondisi stok di tingkat kios maupun proses distribusinya sudah berjalan cukup baik, sehingga diharapkan mampu mendukung ketahanan pangan daerah secara berkelanjutan,” pungkasnya. (*)

Reporter : Aji Yudha

Editor : Redaksi CB Media

Dapatkan breaking news dan berita pilihan langsung di ponselmu!
Gabung sekarang di WhatsApp Channel resmi Cahayaborneo.com:
https://whatsapp.com/channel/0029VaeJ8yD6GcGMHjr5Fk0D
Pastikan WhatsApp sudah terinstal, ya!

 

Facebook Comments Box
PERINGATAN:
Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto milik CahayaBorneo.com dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta akan dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

Baca Lainnya

Peringatan HKG PKK Ke-54, Bupati PPU Launching Website, SIM PKK, SIM Posyandu dan Batik PKK

22 Juli 2026 - 16:26 WITA

SPPD Harus Hasilkan Solusi, Bukan Sekadar Perjalanan Dinas

22 Juli 2026 - 15:24 WITA

Kembangkan Program CSR yang Inovatif dan Berdampak, PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur Terima Penghargaan dari Pemkab Penajam Paser Utara

22 Juli 2026 - 02:06 WITA

Pria Ditemukan Meninggal di Kamar Kos Petung, BPBD PPU Lakukan Evakuasi

20 Juli 2026 - 23:30 WITA

Respons Cepat Call Center 110, Polres PPU Bersama BPBD dan Damkar Berhasil Padamkan Kebakaran Bangunan di Petung

18 Juli 2026 - 11:56 WITA

Trending di PENAJAM PASER UTARA