Menu

Mode Gelap
Basuki Hadimuljono dan Jess Dutton Bahas Kolaborasi Infrastruktur Berkelanjutan untuk Ibu Kota Nusantara PUPR PPU Terkendala Pembangunan Infrastruktur di Wilayah Dekat IKN Jaga Kelestarian Lingkungan Lewat Penanaman Pohon di KIPP IKN Delegasi Sabah Kunjungi Ibu Kota Nusantara, Eksplorasi Potensi Investasi dan Kerja Sama Otorita IKN Terima Kunjungan Delegasi Pengusaha Rusia, Bahas Peluang Kerja Sama Pembangunan IKN PPU Hadapi Tantangan Ketenagakerjaan, Dorong Peningkatan Kapasitas

ADVERTORIAL KOMINFO PPU

​​Target Indeks Pertanaman 2,5 di PPU Berpotensi Gagal, Ini Penyebabnya

badge-check


					Foto:Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Distan PPU, Gunawan, pada saat ditemui di kantornya (Dok : CahayaBorneo/AJI)
Perbesar

Foto:Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Distan PPU, Gunawan, pada saat ditemui di kantornya (Dok : CahayaBorneo/AJI)

PENAJAM – Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menghadapi tantangan serius dalam upaya mencapai target Indeks Pertanaman (IP) 2,5 yang telah ditetapkan secara nasional. Target ambisius ini, yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas pertanian, terancam tidak tercapai akibat berbagai kendala yang dihadapi petani di lapangan.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Distan PPU, Gunawan, mengungkapkan bahwa keterlambatan masa tanam menjadi faktor utama yang menghambat pencapaian target tersebut. 

“Secara nasional, kita diminta untuk menaikkan IP dari 1,7 menjadi 2,5. Namun, dengan kondisi tanam saat ini, kemungkinan besar target tersebut sulit untuk dicapai,” ujar Gunawan, Minggu (30/3/2025).

Gunawan mengatakan perubahan pola tanam dari dua menjadi tiga musim tanam per tahun, yang diharapkan dapat meningkatkan produktivitas, justru menjadi tantangan tersendiri. Petani di PPU menghadapi kesulitan dalam menyesuaikan diri dengan perubahan ini, yang memerlukan pengelolaan lahan dan waktu yang lebih intensif. 

Selain itu, kata dia kebiasaan petani yang menunda pengolahan lahan setelah panen, terutama selama bulan Ramadan, turut memperparah keterlambatan masa tanam.

“Saat ini, target tanam di bulan Maret sekitar 2.500 hektare, namun baru tercapai dua hektare. Saya optimis di bulan April bisa dikejar, tetapi dampaknya adalah musim tanam ketiga tidak dapat terlaksana,” jelasnya. 

 Keterlambatan ini tidak hanya mengancam pencapaian target IP, tetapi juga berpotensi mengurangi produksi pangan secara keseluruhan.

Selain keterlambatan masa tanam, kurangnya fasilitas pengering gabah di beberapa desa juga menjadi kendala bagi petani dalam mengelola hasil panen. Fasilitas pengering gabah yang memadai sangat penting untuk menjaga kualitas hasil panen dan mencegah kerugian akibat kerusakan. 

“Memang ada beberapa desa yang belum memiliki fasilitas pengering gabah, sehingga jika tidak tergabung dalam Perpadi, kami akan bantu memfasilitasi alat pengering,” pungkasnya. 

Ia mengungkapkan bahwa Distan PPU mengetahui bahwa pencapaian target IP 2,5 memerlukan upaya bersama dari berbagai pihak. Oleh karena itu, mereka akan terus berkoordinasi dengan petani, kelompok tani, dan pihak terkait lainnya untuk mencari solusi terbaik dalam mengatasi kendala yang ada. Selain itu, mereka juga akan berupaya untuk meningkatkan ketersediaan fasilitas pengering gabah dan memberikan pendampingan kepada petani dalam mengelola lahan mereka.

DIkatakan Gunawan pencapaian target IP 2,5 sangat penting karena dapat meningkatkan produktivitas pertanian dan menjaga ketahanan pangan di PPU. 

“Semua pihak terkait diharapkan dapat bekerja sama untuk mengatasi kendala yang ada dan mencapai target itu,” pungkasnya.. (ADV/CB/AJI) 

Tim Reaksi CahayaBorneo.com

Facebook Comments Box
PERINGATAN:
Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto milik CahayaBorneo.com dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta akan dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

Baca Lainnya

Peringatan HKG PKK Ke-54, Bupati PPU Launching Website, SIM PKK, SIM Posyandu dan Batik PKK

22 Juli 2026 - 16:26 WITA

SPPD Harus Hasilkan Solusi, Bukan Sekadar Perjalanan Dinas

22 Juli 2026 - 15:24 WITA

Kembangkan Program CSR yang Inovatif dan Berdampak, PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur Terima Penghargaan dari Pemkab Penajam Paser Utara

22 Juli 2026 - 02:06 WITA

Pria Ditemukan Meninggal di Kamar Kos Petung, BPBD PPU Lakukan Evakuasi

20 Juli 2026 - 23:30 WITA

Respons Cepat Call Center 110, Polres PPU Bersama BPBD dan Damkar Berhasil Padamkan Kebakaran Bangunan di Petung

18 Juli 2026 - 11:56 WITA

Trending di PENAJAM PASER UTARA