Menu

Mode Gelap
Basuki Hadimuljono dan Jess Dutton Bahas Kolaborasi Infrastruktur Berkelanjutan untuk Ibu Kota Nusantara PUPR PPU Terkendala Pembangunan Infrastruktur di Wilayah Dekat IKN Jaga Kelestarian Lingkungan Lewat Penanaman Pohon di KIPP IKN Delegasi Sabah Kunjungi Ibu Kota Nusantara, Eksplorasi Potensi Investasi dan Kerja Sama Otorita IKN Terima Kunjungan Delegasi Pengusaha Rusia, Bahas Peluang Kerja Sama Pembangunan IKN PPU Hadapi Tantangan Ketenagakerjaan, Dorong Peningkatan Kapasitas

SAMARINDA

Usulan Penutupan Alur Sungai Mahakam Harus Dikaji Mendalam

badge-check


					Wakil Ketua Komisi III DPRD Kalimantan Timur, Akhmed Reza Fachlevi.. (DOK. Istimewa) Perbesar

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kalimantan Timur, Akhmed Reza Fachlevi.. (DOK. Istimewa)

SAMARINDA – Sungai Mahakam kembali jadi perhatian semenjak insiden kapal menabrak Jembatan Mahakam I, yang memicu wacana penutupan sementara alur pelayaran. Namun, usulan itu tak serta-merta mendapat dukungan. 

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kalimantan Timur, Akhmed Reza Fachlevi, meminta agar rencana tersebut dikaji secara matang.

“Dampaknya akan sangat besar. Ini bukan sekadar jalur sungai biasa, Mahakam adalah urat nadi logistik, energi, dan perekonomian Kaltim, bahkan nasional,” ujar Reza, pada Jumat (16/5/2025).

Ia mengingatkan, pengelolaan alur sungai maupun struktur darat seperti jembatan berada di bawah kewenangan pemerintah pusat. “Sisi darat ditangani Kementerian PUPR, sedangkan pelayaran di bawah Kementerian Perhubungan. DPRD hanya memiliki fungsi legislasi dan pengawasan,” kata politikus Gerindra itu.

Reza menyayangkan jika ada usulan penutupan jalur pelayaran Sungai Mahakam yang diajukan tanpa kajian menyeluruh. Menurut dia, kebijakan seperti itu berpotensi menimbulkan efek domino pada aktivitas ekonomi yang bertumpu pada sungai, mulai dari pengangkutan batubara, distribusi barang, hingga lalu lintas penumpang.

“Jika alur ditutup, dampaknya bukan hanya dirasakan Samarinda. Kukar dan daerah-daerah di hulu juga akan terkena imbas. Bahkan bisa memicu gangguan rantai pasok skala nasional,” ujarnya.

Lebih dari itu, Reza mengingatkan agar reputasi Indonesia sebagai negara maritim tetap dijaga. Ia tak ingin insiden ini membuat dunia internasional meragukan kemampuan Indonesia dalam mengelola jalur pelayaran strategis.

Kendati begitu, Reza tetap menekankan pentingnya akuntabilitas atas insiden tersebut. “Penegakan hukum harus menjadi prioritas. Siapa pun yang lalai atau bertanggung jawab, harus ditindak. Bila perlu, cabut izinnya, dan sita kapalnya,” tegasnya.

Ia menilai langkah hukum yang tegas dan terukur akan jauh lebih efektif ketimbang menempuh solusi ekstrem seperti penutupan jalur sungai. “Kita tidak bisa mengorbankan ribuan orang dan sektor ekonomi hanya karena kesalahan satu-dua pihak,” pungkas Reza. (ADV/CB/QLA)

Editor: Redaksi CB Media

Dapatkan breaking news dan berita pilihan langsung di ponselmu!
Gabung sekarang di WhatsApp Channel resmi Cahayaborneo.com:
https://whatsapp.com/channel/0029VaeJ8yD6GcGMHjr5Fk0D
Pastikan WhatsApp sudah terinstal, ya!

Facebook Comments Box
PERINGATAN:
Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto milik CahayaBorneo.com dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta akan dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

Baca Lainnya

Kembangkan Program CSR yang Inovatif dan Berdampak, PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur Terima Penghargaan dari Pemkab Penajam Paser Utara

22 Juli 2026 - 02:06 WITA

PEP Bunyu Field Tanam 1.000 Bibit Mangrove dan Durian, Perkuat Kelestarian Pesisir dan Ekonomi Lokal

21 Juli 2026 - 15:03 WITA

FJPI Kaltim Edukasi Siswa Baru SDN 004 Sungai Pinang Cegah Bullying Sejak Dini

15 Juli 2026 - 22:05 WITA

Puluhan Ribu Warga Meriahkan Jalan Sehat HUT ke-68 Kodam VI/Mulawarman di Balikpapan

12 Juli 2026 - 22:09 WITA

Tim SAR Gabungan Temukan Korban Tenggelam di Pantai Kemala Beach Balikpapan

12 Juli 2026 - 13:59 WITA

Trending di Balikpapan