PENAJAM – Tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) bersama unsur TNI dan Polri berhasil mengevakuasi jenazah seorang pria yang ditemukan di kawasan hutan PT.
Fajar Surya Swadaya (FSS), tepatnya di Patok 90, Desa Muara Toyu, Kecamatan Long Kali, Kabupaten Paser. Penemuan ini mengakhiri pencarian terhadap warga yang dilaporkan hilang selama beberapa hari terakhir.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Nurlaila, menjelaskan, Identitas korban diketahui ber inisial (T), seorang pria berusia 65 tahun yang merupakan warga RT 02, Desa Giripurwa, Kecamatan Penajam. Kabar penemuan jenazah tersebut diterima oleh pihak berwenang pada Sabtu, 18 April 2026, sekitar pukul 10.07 WITA melalui laporan masuk ke Pusdalops BPBD PPU.
“Lokasi penemuan secara geografis berada pada titik koordinat 1.2794S 116.3838E di wilayah perbatasan antara PPU dan Paser, berdasarkan keterangan kronologis, korban diketahui meninggalkan rumah sejak Selasa pagi, 14 April 2026, sekitar pukul 07.30 WITA,” jelasnya pada Sabtu (18/4/2026).
Tujuan awal korban adalah untuk mencari ikan dengan cara menjala di area konsesi PT. Fajar Surya Swadaya yang masuk dalam wilayah Kelurahan Sotek. Namun, sejak keberangkatannya, korban tidak pernah kembali dan telepon selulernya dalam kondisi tidak aktif, sehingga pihak keluarga melapor kepada pemerintah setempat.
Kepergian korban yang seorang diri tanpa membawa bekal makanan memperkuat kekhawatiran pihak keluarga selama lima hari masa pencarian. Setelah adanya laporan resmi mengenai penemuan jasad di area hutan, tim BPBD PPU
langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian.
Koordinasi intensif dilakukan dengan berbagai unsur terkait guna memastikan identitas dan proses evakuasi berjalan sesuai prosedur.
“Setibanya di lokasi, Tim Inafis Polres PPU terlebih dahulu melakukan proses identifikasi terhadap jenazah korban untuk memastikan penyebab kematian dan mengumpulkan data lapangan. Setelah proses identifikasi selesai, tim evakuasi yang terdiri dari BPBD, Kepolisian, dan warga sekitar langsung bahu-membahu mengangkat jenazah dari lokasi penemuan yang cukup terisolasi di dalam hutan,” tambahnya.
Proses evakuasi dilaporkan berlangsung cukup dramatis dan penuh tantangan. Tim di lapangan harus menghadapi kondisi medan yang terjal serta permukaan tanah yang licin akibat kondisi cuaca dan topografi hutan.
Meski terkendala hambatan fisik di lapangan, kerja sama tim yang solid membuat jenazah berhasil dibawa keluar dari area hutan menuju kendaraan evakuasi dengan selamat dan lancar.
Pengerahan personel dalam operasi ini melibatkan berbagai instansi, mulai dari BPBD PPU, Polres dan Polsek Penajam, Babinsa, Bhabinkamtibmas, hingga Satpol PP serta warga desa setempat.
“Pasca evakuasi, jenazah langsung dibawa menggunakan unit ambulans menuju rumah duka di Desa Giripurwa untuk segera dikebumikan oleh pihak keluarga,” pungkasnya. (*)
Penulis: Aji Yudha | Editor: Dian MS
Dapatkan breaking news dan berita pilihan langsung di ponselmu!
Gabung sekarang di WhatsApp Channel resmi Cahayaborneo.com:
https://whatsapp.com/channel/0029VaeJ8yD6GcGMHjr5Fk0D
Pastikan WhatsApp sudah terinstal, ya!







