PENAJAM – Penutupan akses jalan di lingkungan RT 08 Kelurahan Saloloang, Kecamatan Penajam, kini tengah menjadi sorotan serius Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor.
Aksi blokade ini merupakan buntut dari ketidakpastian tapal batas antara Kelurahan Saloloang dan Kelurahan Pejala yang tak kunjung menemui titik terang.
Warga setempat memilih melakukan aksi tersebut sebagai bentuk puncak kekecewaan terhadap pemerintah daerah. Pasalnya, konflik perbatasan ini telah berlarut-larut selama belasan tahun tanpa solusi konkret, ditambah minimnya sosialisasi mengenai penegasan wilayah yang membuat masyarakat merasa ditinggalkan.
Penetapan batas wilayah adalah agenda mendesak yang selama ini terabaikan, bahwasannya secara historis, Kabupaten PPU memang belum pernah melakukan penetapan batas wilayah secara menyeluruh, mulai dari tingkat desa hingga kabupaten.
“Persoalan konflik warga ini sudah bertahan belasan tahun. Saat ini kami berupaya memfasilitasi penanganannya karena posisi kita sekarang berbatasan langsung dengan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang memerlukan delineasi wilayah secara presisi,” ujarnya pada Selasa (17/2/2026).
Lebih lanjut, Mudyat menjelaskan bahwa percepatan penetapan batas bukan sekadar urusan administratif, melainkan menyangkut eksistensi daerah.
Dengan adanya pengembangan IKN, struktur wilayah PPU mengalami perubahan besar yang menuntut penyesuaian administratif secara cepat dan tepat.
Kekhawatiran utama pemerintah daerah terletak pada persyaratan undang-undang mengenai syarat minimal pembentukan sebuah kabupaten. Jika Kecamatan Sepaku sepenuhnya diambil alih IKN,
“Kita harus memastikan sisa wilayahnya tetap memenuhi syarat minimal empat kecamatan agar status kabupatennya tidak terancam,” tambahnya.
Sebagai penutup, Bupati memberikan jaminan bahwa penegasan batas wilayah ini tidak akan menggugurkan hak milik masyarakat atas tanah mereka.
“Perubahan ini hanya terjadi pada sisi administrasi pemerintahan, sementara dokumen kepemilikan warga akan tetap diakui secara hukum,” imbuhnya. (*)
Reporter : Aji Yudha
Editor: Syafika
Dapatkan breaking news dan berita pilihan langsung di ponselmu!
Gabung sekarang di WhatsApp Channel resmi Cahayaborneo.com:
https://whatsapp.com/channel/0029VaeJ8yD6GcGMHjr5Fk0D
Pastikan WhatsApp sudah terinstal, ya!







