PENAJAM– Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Penajam Paser Utara menyatakan keprihatinan mendalam atas insiden perkelahian antarpeserta didik yang mengakibatkan luka serius. Pihak dinas menyampaikan empati khusus kepada korban serta keluarga yang terdampak, sembari menegaskan bahwa lingkungan sekolah seharusnya menjadi ruang aman dan beradab.
Bahwasa, segala bentuk kekerasan di kalangan pelajar tidak memiliki tempat dan tidak akan ditoleransi. Meski demikian, dalam penanganan kasus yang melibatkan anak di bawah umur ini, pemerintah tetap berkomitmen mengacu pada prinsip perlindungan anak. Hal ini sejalan dengan mandat Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak yang berlaku di Indonesia.
Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Disdikpora PPU, Muhtar, menjelaskan bahwa, saat ini prioritas utama adalah memastikan korban mendapatkan perawatan medis yang maksimal, tidak hanya pemulihan fisik.
“Kami juga menjamin adanya pendampingan psikologis guna mengatasi trauma yang dialami korban. Langkah ini diambil agar proses pemulihan berjalan komprehensif hingga korban dapat kembali beraktivitas,” terangnya pada Senin (27/4/2026).
Terkait aspek legalitas, Disdikpora PPU memastikan bahwa proses hukum akan berjalan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang ada. Walaupun proses hukum tetap bergulir, hak-hak anak sebagai pelaku maupun saksi tetap akan diperhatikan sesuai dengan prosedur hukum yang berkeadilan.
“Untuk itu kami membuka ruang untuk upaya penyelesaian melalui pendekatan edukatif dan restoratif. Pendekatan ini bertujuan mencari solusi jangka panjang tanpa mengabaikan rasa keadilan bagi pihak korban,” jelasnya.
Keseimbangan antara penegakan aturan dan pembinaan karakter menjadi kunci dalam menangani kasus sensitif seperti ini.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari orang tua hingga pihak sekolah, untuk memperketat pengawasan.
Komunikasi yang sehat dengan anak-anak dinilai menjadi fondasi utama dalam mencegah perilaku menyimpang. Kejadian ini ditegaskan sebagai tanggung jawab kolektif untuk membina generasi muda agar lebih baik.
Sebagai langkah preventif ke depan, Dinas Pendidikan akan memperkuat program pendidikan karakter dan pengawasan di lingkungan sekolah. Langkah nyata ini diambil untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang kembali.
“Ini demi menjaga masa depan anak bangsa sekaligus menegakkan keadilan di lingkungan pendidikan Kabupaten PPU,” pungkasnya. (*)
Penulis: Aji Yudha | Editor: Dian MS
Dapatkan breaking news dan berita pilihan langsung di ponselmu!
Gabung sekarang di WhatsApp Channel resmi Cahayaborneo.com:
https://whatsapp.com/channel/0029VaeJ8yD6GcGMHjr5Fk0D
Pastikan WhatsApp sudah terinstal, ya!







