Menu

Mode Gelap
Basuki Hadimuljono dan Jess Dutton Bahas Kolaborasi Infrastruktur Berkelanjutan untuk Ibu Kota Nusantara PUPR PPU Terkendala Pembangunan Infrastruktur di Wilayah Dekat IKN Jaga Kelestarian Lingkungan Lewat Penanaman Pohon di KIPP IKN Delegasi Sabah Kunjungi Ibu Kota Nusantara, Eksplorasi Potensi Investasi dan Kerja Sama Otorita IKN Terima Kunjungan Delegasi Pengusaha Rusia, Bahas Peluang Kerja Sama Pembangunan IKN PPU Hadapi Tantangan Ketenagakerjaan, Dorong Peningkatan Kapasitas

Pendidikan

Dorong Inovasi Desa, Pemkab PPU Siapkan Hadiah Bankeu Hingga Rp100 Juta

badge-check


					Foto : Kepala DPMD PPU, Tita Deritayati, saat ditemui di kantornya. (Dok : CahayaBorneo/AJI). Perbesar

Foto : Kepala DPMD PPU, Tita Deritayati, saat ditemui di kantornya. (Dok : CahayaBorneo/AJI).

PENAJAM – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) memberikan kabar gembira bagi desa-desa yang memiliki inovasi tinggi. Pemerintah daerah memastikan akan memberikan apresiasi besar bagi desa yang berhasil mengukir prestasi dalam ajang lomba Teknologi Tepat Guna (TTG) tingkat kabupaten tahun ini.

Penghargaan ini bukan sekadar apresiasi biasa, melainkan gagasan langsung dari Bupati PPU, Mudyat Noor. Ia menginstruksikan agar desa yang menunjukkan performa terbaik dalam menciptakan inovasi teknologi diberikan penghargaan berupa Bantuan Keuangan (Bankeu) dengan nilai yang cukup fantastis, yakni berkisar antara Rp 50 juta hingga Rp 100 juta.

Kepala DPMD PPU, Tita Deritayati, menjelaskan bahwa kebijakan ini diambil untuk memacu semangat kompetisi yang sehat antarwilayah. Dengan adanya stimulus finansial yang besar.

“diharapkan setiap desa di PPU semakin terdorong untuk melahirkan terobosan kreatif yang mampu mempermudah kehidupan masyarakat setempat melalui teknologi,” terangnya pada Rabu (6/6/2026)

Pihak DPMD menekankan perbedaan mendasar antara penghargaan kali ini dengan hadiah pada tahun-tahun sebelumnya. Menurut Tita, jika hanya dikategorikan sebagai uang pembinaan, nilai yang diterima desa mungkin terbatas pada angka Rp 10 juta saja, sehingga pemberian dalam bentuk Bankeu dianggap jauh lebih efektif dan berdampak luas.

“Jadi penghargaan ini bukan berupa uang pembinaan, karena kalau pembinaan mungkin hanya Rp 10 juta saja. Untuk itu, kami memilih untuk memberikan penghargaan berupa Bankeu agar manfaatnya lebih terasa bagi desa,” jelasnya.

Nantinya, uang penghargaan tersebut tidak akan habis begitu saja, melainkan diarahkan untuk keberlanjutan pembangunan di tingkat akar rumput.

“Jadi uang penghargaan tersebut dapat dimanfaatkan oleh pemerintah desa untuk memperkuat sektor infrastruktur serta fasilitas publik lainnya guna meningkatkan kesejahteraan warga,” pungkasnya. (*)

Penulis: Aji Yudha | Editor: Dian MS

Dapatkan breaking news dan berita pilihan langsung di ponselmu!
Gabung sekarang di WhatsApp Channel resmi Cahayaborneo.com:
https://whatsapp.com/channel/0029VaeJ8yD6Gc

 

Facebook Comments Box
PERINGATAN:
Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto milik CahayaBorneo.com dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta akan dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Bupati PPU Perkuat Sinergi dengan Pusat, Program Irigasi Tetap Berjalan di Tengah Efisiensi Anggaran

6 Mei 2026 - 14:51 WITA

BPBD PPU Perketat Pengawasan, Antisipasi Karhutla di Musim Kemarau 2026

5 Mei 2026 - 22:52 WITA

DPRD PPU Soroti Penyalahgunaan Mobil Dinas Saat WFH, Diduga Digunakan di Samarinda

5 Mei 2026 - 22:45 WITA

DPMD PPU Siapkan Sekolah Inovasi Desa, Gandeng UGM

5 Mei 2026 - 19:45 WITA

Viral Pocong Jadi-jadian di PPU, Polsek Waru Ungkap Pelaku Kurang dari 24 Jam

5 Mei 2026 - 18:38 WITA

Trending di PENAJAM PASER UTARA