PENAJAM – Aula Lantai I Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) menjadi saksi kemeriahan peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54.
Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten PPU menggelar rangkaian perlombaan yang melibatkan kader dari berbagai tingkatan pada Selasa (12/5/2026).
Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) PPU, Tohar, mewakili Bupati PPU, Mudyat Noor. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan apresiasi atas kontribusi para kader TP-PKK yang dinilai memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan daerah melalui pemberdayaan keluarga dan masyarakat.
Kehadiran jajaran pemerintah kabupaten ini menegaskan bahwa PKK bukan sekadar organisasi sosial, melainkan mitra strategis pemerintah dalam menyentuh unit terkecil masyarakat, yaitu keluarga.
Dalam sambutannya, Sekda PPU Tohar mengungkapkan bahwa laporan yang disampaikan Ketua TP-PKK PPU, Dewi Yuliana, memberikan gambaran komprehensif mengenai kondisi lapangan.
“Setelah mendengar kejelasan dari Ketua PKK, Dewi Yuliana, saya mendapatkan banyak persoalan yang diperoleh, dan banyak hal hal yang menjadi tugas fungsional dalam Pemkab PPU,” terangnya.
Tohar menekankan bahwa isu-isu yang ditemukan oleh para kader PKK di lapangan sejatinya berkaitan erat dengan tugas fungsional jajaran Pemkab PPU. Oleh karena itu, sinergi antara gerakan PKK dan birokrasi pemerintahan harus terus diperkuat agar solusi atas permasalahan sosial dapat terselesaikan secara efektif dan tepat sasaran.
Lebih lanjut, Sekda PPU menyoroti esensi dari “Mars PKK” yang bukan sekadar nyanyian seremonial, melainkan sebuah panduan filosofis.
“Jadi dalam Mars PKK mengandung kunci utama dalam mengelola dan menata rumah tangga yang mapan, yang menjadi fondasi bagi kesejahteraan masyarakat di PPU,” jelasnya.
Peringatan HKG ke-54 ini diharapkan menjadi momentum bagi TP-PKK PPU untuk kembali ke dasar perjuangan organisasi dalam membantu pemerintah.
“Melalui perlombaan dan penguatan administrasi, para kader diharapkan semakin cakap dalam mewujudkan keluarga yang mandiri, sehat, dan religius sebagai penyangga utama pembangunan daerah,” harapnya. (*)
Penulis: Aji Yudha | Editor: Dian MS
Dapatkan breaking news dan berita pilihan langsung di ponselmu!
Gabung sekarang di WhatsApp Channel resmi Cahayaborneo.com:
https://whatsapp.com/channel/0029VaeJ8yD6GcGMHjr5Fk0D
Pastikan WhatsApp sudah terinstal, ya!
Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto milik CahayaBorneo.com dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta akan dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.







