Menu

Mode Gelap
Basuki Hadimuljono dan Jess Dutton Bahas Kolaborasi Infrastruktur Berkelanjutan untuk Ibu Kota Nusantara PUPR PPU Terkendala Pembangunan Infrastruktur di Wilayah Dekat IKN Jaga Kelestarian Lingkungan Lewat Penanaman Pohon di KIPP IKN Delegasi Sabah Kunjungi Ibu Kota Nusantara, Eksplorasi Potensi Investasi dan Kerja Sama Otorita IKN Terima Kunjungan Delegasi Pengusaha Rusia, Bahas Peluang Kerja Sama Pembangunan IKN PPU Hadapi Tantangan Ketenagakerjaan, Dorong Peningkatan Kapasitas

PENAJAM PASER UTARA

Operasional Dermaga Speedboat PPU Masih Bebani Daerah Meski Aset Beralih ke Provinsi

badge-check


					Foto : Sekretaris Dinas Perhubungan PPU, Andy Sunra Satriadi Sumaryo, (Dok : CahayaBorneo/AJI). Perbesar

Foto : Sekretaris Dinas Perhubungan PPU, Andy Sunra Satriadi Sumaryo, (Dok : CahayaBorneo/AJI).

PENAJAM – Proses transisi kewenangan pengelolaan dermaga speedboat di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) ke Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) tampaknya belum berjalan mulus sepenuhnya.

Meski status kepemilikan aset telah resmi berpindah tangan, urusan teknis dan pembiayaan di lapangan nyatanya masih menjadi beban pemerintah daerah setempat hingga saat ini.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) PPU melalui Dinas Perhubungan (Dishub) mengungkapkan bahwa sejumlah fasilitas vital di dermaga tersebut belum mendapatkan alokasi dana dari pihak provinsi. Hal ini menciptakan situasi di mana pemerintah kabupaten harus tetap turun tangan demi menjaga keberlangsungan pelayanan publik di pintu masuk perairan tersebut.

Sekretaris Dinas Perhubungan PPU, Andy Sunra Satriadi Sumaryo, membeberkan bahwa kebutuhan dasar operasional seperti daya listrik dan pasokan air bersih hingga kini belum dianggarkan oleh pemerintah provinsi. Selain itu, fasilitas penunjang seperti jaringan internet yang sangat diperlukan untuk koordinasi pelabuhan juga masih nihil dalam anggaran provinsi.

“Minimal operasional seperti listrik, air, sampai jaringan internet itu belum dianggarkan. Otomatis masih kita yang tanggung,” ujarnya pada Kamis (16/4/2026).

Ia menegaskan bahwa pihaknya terpaksa tetap menanggung biaya tersebut agar aktivitas di dermaga tidak mengalami lumpuh total.

Langkah ini diambil karena Dishub PPU tidak ingin masyarakat terkena dampak negatif dari masa transisi birokrasi ini. Menurut Andy, warga sebagai pengguna jasa tidak akan peduli mengenai siapa yang memegang kewenangan, melainkan mereka hanya menuntut layanan yang tetap berjalan normal dan lancar setiap harinya.

“Kondisi di lapangan semakin kompleks karena status kepegawaian personel juga telah berubah, di mana sebagian petugas kini sudah resmi menjadi pegawai Pemprov Kaltim,” jelasnya.

Namun, mengingat lokasi kerja mereka tetap berada di wilayah administratif PPU, keterlibatan pemerintah daerah dalam pengawasan dan koordinasi di lapangan tetap terasa sangat dominan.

Ia menyebutkan bahwa pihak provinsi saat ini masih sering meminta bantuan dalam hal pemeliharaan dermaga. Meski dianggap sebagai sebuah dinamika dalam peralihan aset.

“Kami tetap memastikan operasional berjalan stabil sembari menunggu pihak provinsi siap sepenuhnya mengambil alih tanggung jawab finansial dan manajerial,” pungkasnya. (*)

Penulis: Aji Yudha | Editor: Dian MS

Dapatkan breaking news dan berita pilihan langsung di ponselmu!
Gabung sekarang di WhatsApp Channel resmi Cahayaborneo.com:
https://whatsapp.com/channel/0029VaeJ8yD6GcGMHjr5Fk0D
Pastikan WhatsApp sudah terinstal, ya!

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Polres PPU Gagalkan Peredaran Sabu di Kawasan IKN, Tiga Pengedar Diringkus

16 April 2026 - 12:45 WITA

Pemkab PPU Perluas Zona Selamat Sekolah demi Tekan Risiko Kecelakaan Pelajar

16 April 2026 - 12:38 WITA

Polres PPU Renovasi Sistem IPAL, Operasional Satuan Pelayanan Gizi Dihentikan Sementara

15 April 2026 - 15:42 WITA

Polres PPU Sikat Empat Kasus Kriminal Besar, Dari Tipu Emas Hingga Penganiayaan Parang

15 April 2026 - 11:04 WITA

PT WKP Catatkan Penguatan Ekonomi Masyarakat Lewat Astra Kreatif

14 April 2026 - 16:25 WITA

Trending di PENAJAM PASER UTARA