Menu

Mode Gelap
Basuki Hadimuljono dan Jess Dutton Bahas Kolaborasi Infrastruktur Berkelanjutan untuk Ibu Kota Nusantara PUPR PPU Terkendala Pembangunan Infrastruktur di Wilayah Dekat IKN Jaga Kelestarian Lingkungan Lewat Penanaman Pohon di KIPP IKN Delegasi Sabah Kunjungi Ibu Kota Nusantara, Eksplorasi Potensi Investasi dan Kerja Sama Otorita IKN Terima Kunjungan Delegasi Pengusaha Rusia, Bahas Peluang Kerja Sama Pembangunan IKN PPU Hadapi Tantangan Ketenagakerjaan, Dorong Peningkatan Kapasitas

KALTIM

PHKT Perkuat Edukasi Migas Lewat Kunjungan Media ke Rig Offshore AE-1

badge-check


					Foto: Awak media dari berbagai platform di Kalimantan Timur mengikuti program BASO IGA PHI Goes to Rig yang digelar PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) di Rig Asian Endeavour (AE-1), Daerah Operasi Bagian Selatan (DOBS). (Dok: Pertamina) Perbesar

Foto: Awak media dari berbagai platform di Kalimantan Timur mengikuti program BASO IGA PHI Goes to Rig yang digelar PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) di Rig Asian Endeavour (AE-1), Daerah Operasi Bagian Selatan (DOBS). (Dok: Pertamina)

BALIKPAPAN – PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) kembali menghadirkan program edukasi media bertajuk Bincang Asik Soal MIGAS Ala PHI (BASO IGA PHI) Edisi Khusus Goes to Rig, sebagai upaya mempererat hubungan dan meningkatkan pemahaman awak media tentang kegiatan operasi hulu migas offshore.

Kegiatan berlangsung di Rig Asian Endeavour (AE-1) pada operasi PHKT Daerah Operasi Bagian Selatan (DOBS) dan diikuti oleh 13 jurnalis dari media cetak, online, dan televisi di Kalimantan Timur.

Dalam kegiatan yang diselenggarakan pada 7 Mei 2026 ini, media diajak melihat langsung aktivitas pengeboran offshore serta memahami proses bisnis hulu migas dari dekat.

Kegiatan yang merupakan lanjutan dari Program Mendaki Energi Indonesia ini mengajak media untuk tidak hanya melihat proses operasi, tetapi juga memahami cerita, semangat, dan dedikasi para pekerja migas di balik keberlanjutan penyediaan energi nasional.

Melalui kegiatan ini, awak media melihat langsung dinamika kegiatan operasi pengeboran offshore di Rig AE-1 yang berlangsung 24 jam dengan sistem kerja dua shift.

Foto: Awak media dari berbagai platform di Kalimantan Timur mengikuti program BASO IGA PHI Goes to Rig yang digelar PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) di Rig Asian Endeavour (AE-1), Daerah Operasi Bagian Selatan (DOBS). (Dok: Pertamina)

Sebelum pergantian shift, kru mengikuti safety meeting untuk membahas kesiapan kerja, aspek keselamatan, dan potensi risiko operasional, yang dilanjutkan dengan proses handover guna memastikan transisi pekerjaan berjalan selamat, aman, dan lancar.

Dalam kegiatan ini, para peserta melihat secara langsung komitmen seluruh pekerja migas yang secara disiplin menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) sesuai standar operasional untuk memastikan keselamatan kerja.

Di tengah operasional yang berjalan berkelanjutan, kru tetap menjalani pola kerja dan waktu istirahat secara teratur guna menjaga kondisi fisik dan fokus kerja.

Para awak media berkesempatan untuk ikut memantau proses pengeboran sumur Sejadi SJ-4RD1 yang mencapai kedalaman 9.112 feet atau sekitar 2,78 kilometer di bawah permukaan.

Dengan sekitar 120 personel onboard (POB), Rig AE-1 menjalankan operasi dengan kompleksitas tinggi dan berhasil mencatatkan capaian Zero Incident selama kegiatan berlangsung.

Salah satu peserta yang sekaligus Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Erwin, menjelaskan bahwa melalui kunjungan ini, awak media mendapatkan pengalaman dan perspektif baru terkait proses pengeboran offshore yang selama ini mungkin hanya diketahui dari press release dan pemberitaan.

“Saat melihat langsung di lapangan, kami memahami bahwa operasional migas memiliki proses yang sangat kompleks dan menuntut disiplin kerja yang tinggi serta penerapan aspek keselamatan yang ketat. Kami mengapresiasi keterbukaan PHKT yang telah memberikan kesempatan bagi media untuk melihat secara langsung proses operasional ini, sehingga menjadi bekal bagi kami dalam menyampaikan informasi yang lebih utuh dan edukatif kepada masyarakat,” imbuhnya.

Sebagai bagian dari penerapan budaya keselamatan kerja di lingkungan offshore sebelum kegiatan dimulai, para peserta mengikuti sesi safety induction yang disampaikan oleh tim HSSE dan didampingi Offshore Installation Manager (OIM) Rig AE-1 bersama Manager COSL Rig.

Dilanjutkan dengan sambutan oleh Assistant Manager Drilling Operations PHKT, Bidner Sianturi. Dalam sambutannya, Bidner menyampaikan apresiasi atas kehadiran insan media yang telah meluangkan waktu untuk melihat langsung realita operasi offshore.

“Harapan kami sederhana, teman-teman media tidak hanya datang melihat rig, tetapi pulang membawa cerita. Cerita tentang kerja keras di balik energi, tentang manusia di balik angka produksi, dan tentang semangat para perwira yang terus bekerja menjaga ketahanan energi nasional,” ujar Bidner.

Ia juga menegaskan bahwa aspek HSSE (Health, Safety, Security, and Environment) menjadi budaya utama yang selalu diterapkan dalam setiap kegiatan operasi PHKT.

Hadir pula SKK Migas Perwakilan Kalimantan dan Sulawesi, Nindya Puspaningtiyas, yang memaparkan peran SKK Migas dalam pengawasan kegiatan hulu migas serta pentingnya sinergi komunikasi bersama media untuk meningkatkan pemahaman publik terhadap industri migas nasional.

Manager Communication, Relations & CID PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI), Dony Indrawan, dalam sambutannya berharap para peserta dapat terus menghadirkan pemberitaan yang informatif, objektif, dan berimbang mengenai kegiatan hulu migas kepada masyarakat.

“Kami berharap teman-teman media dapat menceritakan apa yang kami lakukan secara positif, informatif, dan objektif sehingga masyarakat dapat memahami dan memberikan dukungan terhadap upaya perusahaan dan pekerja migas dalam menyediakan energi bagi pembangunan Indonesia,” ujar Dony.

Menurutnya, publikasi yang kredibel menjadi penting agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh situasi yang terjadi di lapangan, khususnya pada operasi offshore yang berdekatan dengan aktivitas masyarakat seperti jalur nelayan dan aktivitas maritim lainnya.

“Industri hulu migas melibatkan aktivitas yang kompleks, padat teknologi, padat modal investasi dengan risiko yang tinggi sehingga memerlukan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan agar dapat menghasilkan energi yang berkelanjutan untuk masyarakat Indonesia. Karena itu, kehadiran informasi yang objektif, akurat, dan berimbang bagi masyarakat menjadi sangat penting,” tutup Dony. (*)

Sumber: Pertamina | Editor: Redaksi CB Media

Dapatkan breaking news dan berita pilihan langsung di ponselmu!
Gabung sekarang di WhatsApp Channel resmi Cahayaborneo.com:
https://whatsapp.com/channel/0029VaeJ8yD6GcGMHjr5Fk0D
Pastikan WhatsApp sudah terinstal, ya!

Facebook Comments Box
PERINGATAN:
Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto milik CahayaBorneo.com dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta akan dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Dua Bacalon Ketua PWI Paser 2026-2029 Resmi Serahkan Berkas Pendaftaran

20 Mei 2026 - 16:24 WITA

Tembus Final Nasional, Prajurit Brigif TP 85/BTC Sabet Perak Kejurnas Karate PB FORKI 2026

19 Mei 2026 - 20:02 WITA

SMSI Kaltim Serukan Insan Pers Tetap Junjung Tinggi Kode Etik Jurnalistik

17 Mei 2026 - 21:05 WITA

Polda Kaltim Bongkar Kasus Vape Narkotika, Oknum Polisi Kukar Terancam PTDH

17 Mei 2026 - 19:20 WITA

IKN Mulai Siapkan Strategi Khusus Hadapi Ancaman El Niño 2026

17 Mei 2026 - 14:19 WITA

Trending di IBU KOTA NUSANTARA