PENAJAM– Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) Syahrudin M Noor, secara tegas meminta seluruh perusahaan yang beroperasi di wilayah “Banua Taka” untuk terlibat aktif dalam pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM). Langkah ini dinilai mendesak agar masyarakat lokal tidak hanya menjadi penonton di tengah masifnya pembangunan daerah.
Urgensi penguatan kualitas masyarakat ini berkaitan erat dengan keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN). Syahrudin menekankan bahwa kesiapan mental dan keterampilan warga lokal adalah kunci utama agar mereka mampu bersaing secara sehat dengan para pendatang maupun tenaga kerja profesional yang akan memadati kawasan IKN di masa depan.
Syahrudin mengakui bahwa saat ini kondisi SDM di PPU masih tertinggal jauh dibandingkan standar kebutuhan industri modern. Oleh karena itu, ia mengetuk pintu hati para pelaku usaha agar mau menyisihkan sumber daya mereka untuk membantu mencetak tenaga kerja lokal yang andal melalui program kolaboratif.
Meski mendorong keterlibatan swasta, Syahrudin mengingatkan bahwa bola panas ada di tangan pemerintah daerah. Ia menegaskan perlunya penyusunan program kerja yang konkret dan terukur sebelum mengajak perusahaan bekerja sama, sehingga kontribusi dari sektor privat dapat berjalan selaras dengan kebutuhan pembangunan daerah.
“Tanpa adanya program yang jelas dari pemerintah, pihak perusahaan tentu akan kebingungan untuk bergerak. Padahal, kebutuhan tenaga kerja di IKN sangatlah besar dan ini adalah peluang emas yang harus segera ditangkap oleh masyarakat kita,” ujarnya, Jumat (1/5/2026)
Selain kemitraan dengan swasta, politisi ini juga menyoroti pentingnya komitmen finansial dari pemerintah daerah. Ia meminta agar anggaran pengembangan SDM menjadi prioritas yang wajib dititipkan dalam setiap tahapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), mengingat investasi pada manusia adalah investasi jangka panjang.
“Penguatan kapasitas anak muda PPU adalah harga mati, jadi saya khawatir jika peningkatan kompetensi ini diabaikan, generasi muda lokal akan semakin sulit bersaing dan tersisih dari tanah kelahirannya sendiri seiring dengan pesatnya kemajuan teknologi dan standar kerja di Ibu Kota baru,” bebernya. (*)
Reporter: Aji Yudha | Editor: Dian MS
Dapatkan breaking news dan berita pilihan langsung di ponselmu!
Gabung sekarang di WhatsApp Channel resmi Cahayaborneo.com:
https://whatsapp.com/channel/0029VaeJ8yD6GcGMHjr5Fk0D
Pastikan WhatsApp sudah terinstal, ya!
Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto milik CahayaBorneo.com dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta akan dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.







