PENAJAM – Bupati Penajam Paser Utara (PPU), , terus mengintensifkan koordinasi dengan pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur guna mempercepat pembangunan infrastruktur dan program strategis di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).
Langkah tersebut dilakukan sebagai strategi jemput bola agar berbagai program yang menjadi kewenangan pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi dapat direalisasikan di Benuo Taka. Menurut Mudyat Noor, percepatan pembangunan hanya dapat dicapai melalui sinergi antarpemerintah sesuai pembagian kewenangan masing-masing.
“Pemerintah kabupaten tidak bisa bekerja sendiri. Ada pembangunan yang menjadi tanggung jawab pemerintah provinsi dan ada pula yang menjadi kewenangan pemerintah pusat. Karena itu kami aktif berkoordinasi agar berbagai kebutuhan pembangunan di PPU mendapat perhatian dan dukungan,” ujarnya.
Selain memperjuangkan pembangunan jalan provinsi dan nasional, Pemerintah Kabupaten PPU juga terus mengusulkan berbagai program strategis yang dinilai mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Di antaranya adalah pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih sebagai upaya memperkuat sektor perikanan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir, pembangunan sekolah terintegrasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan pemerataan akses layanan pendidikan, serta pembangunan dan peningkatan jalan penghubung antarwilayah di Kabupaten PPU maupun konektivitas antardaerah hingga antarprovinsi guna memperlancar mobilitas masyarakat, distribusi barang, dan pertumbuhan ekonomi.
Tak hanya itu, pemerintah daerah juga terus mengusulkan berbagai proyek strategis lainnya, mulai dari peningkatan infrastruktur dasar, pembangunan sarana dan prasarana pelayanan publik, penguatan konektivitas menuju kawasan , hingga pengembangan kawasan ekonomi yang mampu memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
Mudyat Noor menjelaskan bahwa kebutuhan pembangunan di Kabupaten PPU masih sangat besar, sementara kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) memiliki keterbatasan dalam membiayai seluruh program pembangunan.
Karena itu, koordinasi dengan pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi menjadi langkah strategis agar program-program yang menjadi kewenangan kedua tingkatan pemerintahan tersebut dapat segera direalisasikan di Kabupaten PPU.
“Ini bukan hanya soal mencari bantuan anggaran, tetapi memastikan setiap tingkatan pemerintahan menjalankan tanggung jawabnya sesuai kewenangan. Dengan kolaborasi yang baik, pembangunan akan berjalan lebih cepat dan manfaatnya dapat langsung dirasakan masyarakat,” katanya.
Menurutnya, posisi strategis Penajam Paser Utara sebagai daerah penyangga sekaligus mitra pembangunan Ibu Kota Nusantara membuka peluang besar bagi daerah untuk memperoleh dukungan pembangunan dari pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi.
Pemerintah Kabupaten PPU pun berkomitmen terus membangun komunikasi yang intensif dengan kementerian, lembaga, dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur agar berbagai usulan pembangunan dapat masuk dalam program prioritas nasional maupun daerah.
Melalui langkah jemput bola tersebut, diharapkan pembangunan infrastruktur strategis, peningkatan kualitas pendidikan, penguatan sektor perikanan, serta konektivitas antarwilayah dapat berjalan lebih cepat sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan daya saing daerah, dan menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata bagi masyarakat Kabupaten PPU. (*)
Dapatkan breaking news dan berita pilihan langsung di ponselmu!
Gabung sekarang di WhatsApp Channel resmi Cahayaborneo.com:
https://whatsapp.com/channel/0029VaeJ8yD6GcGMHjr5Fk0D
Pastikan WhatsApp sudah terinstal, ya!
Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto milik CahayaBorneo.com dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta akan dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.







