PENAJAM– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) memberikan kabar gembira bagi orang tua siswa dengan memastikan keberlanjutan program bantuan pendidikan unggulan mereka.
Di bawah kepemimpinan Bupati Mudyat Noor, program Kartu Penajam Cerdas (KPC) resmi diputuskan untuk terus berjalan pada tahun anggaran 2026.
Komitmen ini ditegaskan langsung oleh Bupati Mudyat Noor saat memberikan keterangan, bahwa bantuan biaya pendidikan tersebut telah ditetapkan sebagai salah satu agenda prioritas pemerintah daerah untuk memastikan akses pendidikan yang lebih merata.
“Program ini sudah diinisiasi sejak tahun 2025, secara khusus menyasar para peserta didik baru. Fokus utama penerima manfaat adalah murid kelas 1 Sekolah Dasar (SD) dan siswa kelas 1 Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang berada di bawah naungan dinas pendidikan setempat,” terangnya pada Sabtu (2/5/2026).
Melalui mekanisme KPC tersebut , setiap siswa yang terdaftar akan menerima bantuan dana sebesar Rp600 ribu. Dana tersebut disalurkan secara nontunai melalui transfer langsung ke rekening masing-masing penerima untuk menjamin transparansi dan ketepatan sasaran.
Ia menjelaskan bahwa bantuan dana tersebut ditujukan untuk meringankan beban ekonomi keluarga saat memasuki tahun ajaran baru. Dana tersebut dapat digunakan oleh orang tua untuk memenuhi kebutuhan dasar sekolah, mulai dari pembelian seragam hingga perlengkapan alat tulis.
“Sebagai gambaran pada tahun sebelumnya, tercatat sebanyak 6.367 siswa baru di empat kecamatan telah merasakan manfaat program ini. Total anggaran yang digelontorkan dari Pemkab sendiri untuk mendukung kesuksesan program di tahun lalu mencapai angka Rp3,8 miliar,” jelasnya.
Saat ini, Pemkab PPU tengah mengkaji kemungkinan untuk memperluas jangkauan penerima manfaat. Jika kondisi keuangan daerah dinilai stabil.
Selain itu, ada wacana besar untuk memberikan bantuan serupa kepada siswa-siswi yang bersekolah di bawah naungan Kantor Kementerian Agama (Kemenag). Langkah strategis ini diambil sebagai upaya nyata pemerintah dalam menekan angka putus sekolah di Kabupaten PPU.
“Dengan adanya dukungan finansial dari KPC ini, kita berharap tidak ada lagi anak-anak di Penajam yang terkendala biaya untuk mengenyam pendidikan yang layak,” harapnya. (*)
Pemulis: Aji Yudha | Editor: Dian MS
Dapatkan breaking news dan berita pilihan langsung di ponselmu!
Gabung sekarang di WhatsApp Channel resmi Cahayaborneo.com:
https://whatsapp.com/channel/0029VaeJ8yD6Gc
Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto milik CahayaBorneo.com dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta akan dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.







